Showing posts with label Bagaimana Cara Menciptakan Peradaban Super ?. Show all posts
Showing posts with label Bagaimana Cara Menciptakan Peradaban Super ?. Show all posts

Wednesday, November 23, 2011

Tentang Golden Age...



Ultima Cumaei venit iam carminis aetas;
magnus ab integro saeclorum nascitur ordo:
iam redit et Virgo, redeunt Saturnia regna;
iam nova progenies caelo demittitur alto.



Now the last age by Cumae's Sibyl sung
Has come and gone, and the majestic roll
Of circling centuries begins anew:
Astraea returns,
Returns old Saturn's reign,
With a new breed of men, sent down from heaven.




Golden Age in society

A society's Golden Age marks that period in its history having a heightened output of art, science, literature, and philosophy.

Saturday, April 17, 2010

Ada Apa dengan Amerika ?






7 Desember 2009

23 November 2009


17 April 2004

9 Desember 2008



13 Februari 2006




Mungkin sudah waktunya Indonesia bangkit ya?

Friday, March 19, 2010

Museum Sains dan Teknologi Terbesar di Dunia, Guangdong Science Center



Inilah Museum Sains dan Teknologi terbesar di dunia.

Museum Sains dan Teknologi Guangdong di China luasnya mencapai 450.000 meter persegi, lebih luas dari Tiananmen Square, dan dibangun dengan dana Rp 2,5 Trilyun dari pemerintah.

Isinya terdiri dari 8 ruang pameran utama yang luas, 4 bioskop sains (!), 2 laboratorium terbuka yang bisa dipakai umum, dan ruangan digital untuk keluarga. Semuanya didukung dengan peralatan multimedia, audio/video, televisi high definition layar lebar, dan komputer tercanggih saat ini.

Delapan ruang pameran utama terdiri dari Childrens World, Experience and Discovery, Transportation World, Digital World, Green Home, Flight Dream, The Human Body and Health, dan Perception and Thinking.

Disana kita akan bisa melihat beragam hal mulai dari sejarah sains dan teknologi, teknologi termaju saat ini, sampai dunia masa depan. Kita bisa belajar dari Einstein, Newton atau Leonardo da Vinci, kita bisa belajar tentang perjalanan manusia ke bulan, penemuan-penemuan terbesar di dunia, tentang alam semesta, teknologi televisi dan multimedia masa depan, atau desain mobil dan bangunan yang futuristik.



Museum ini juga dilengkapi dengan toko suvenir yang menjual segala macam peralatan, mainan, buku, majalah, dan video-video tentang sains dan teknologi terbaik di dunia. Jadi anda bisa pulang ke rumah, dan belajar lebih banyak tentang sains dan teknologi terbaru.

Berkat museum supercanggih ini, milyaran (milyaran!) warga China akan segera menyerap segala ilmu pengetahuan dan teknologi terbaik yang ada saat ini, dengan sangat cepat. Bagaimana dengan negaramu Indonesia?



Catatan :

Bisa tidak Indonesia membuat museum sains senilai Rp 2 Trilyun, atau mungkin, 50 Trilyun?
Tahukah Anda, setiap tahun, biaya rokok dan kesehatan yang harus dikeluarkan berhubungan dengan penyakit-penyakit dan kematian yang berhubungan dengan rokok, mencapai Rp 120 Trilyun? (minimum, data lain ada yang menyebut 200 trilyun).

Lihat disini,
Kompas, "Cukai Tidak Kurangi Konsumsi Rokok".
Kompas, "Mari Perangi Rokok".


Dengan Rp 120 Trilyun, Indonesia mungkin bisa membangun museum sains dan teknologi terbesar di seluruh galaksi.

Wednesday, December 9, 2009

Selandia Baru, Bangsa Paling Bersih dan Jujur Di seluruh Planet Bumi



"SELANDIA BARU, Bangsa Paling Bersih dan Jujur Di seluruh Planet Bumi"


Pernah lihat film “The Lord of The Rings” yang sangat dahsyat itu?
Trilogi “The Lord of The Rings” dibuat oleh sutradara Selandia Baru, Peter Jackson. Lokasi shootingnya yang sangat indah dan mistikal juga adalah di Selandia Baru. Negeri itu juga dikenal karena buah Kiwi-nya, yang sedikit berbulu di luarnya, dan dagingnya hijau cerah dengan rasa manis-manis asam segar.

Selandia Baru, ternyata juga adalah bangsa paling jujur di dunia. Mereka bahkan nyaris tidak pernah mendengar kata "korupsi". Di Selandia Baru, tidak ada orang yang mau mengambil apa yang bukan haknya, dan mereka samasekali tidak pernah punya pikiran seperti itu.

Kalau selama ini kita mengenal Singapura sebagai negara yang sangat bersih dan bebas korupsi, maka Selandia Baru lebih bersih lagi. Dalam ranking Transparancy Internasional 2009, index Selandia Baru adalah 9.4 (super bersih), nomor 2 adalah Denmark dengan 9.3, dan Singapura 9,2.

Indonesia, nilainya hanya 2,8 di tahun 2009 ini dan peringkatnya ada di level 111. Ini berarti ada perbaikan dari tahun sebelumnya yang nilainya cuma 2.6. Tapi Indonesia masih tetap sukses sebagai bangsa terkorup di dunia. Kita bahkan lebih korup dari Nigeria (106), Gambia (sama juga, 106), Gabon (106), Srilanka (97), Rwanda (89).

KENAPA YA?

Di Selandia Baru, mereka senang hidup jujur dan tidak ada orang yang mau mengambil yang bukan haknya. Kenapa bisa begitu? Mungkin bukan sekedar karena mereka "udah dari sononye" malu mengambil yang bukan haknya, tapi karena nilai-nilai kebaikan hati berhasil ditanamkan dengan baik.

Mereka bekerja dengan baik sehingga sukses, mereka mensyukuri hidup mereka, dan mereka berpikir bahwa hidup itu adalah untuk menjadi orang baik, dan memberi manfaat pada orang lain. Selain itu, sistemnya juga tertata sangat baik dan rapi sehingga tidak ada yang bisa, dan tidak ada yang perlu korupsi.

Jadi kenapa kita tidak belajar saja dari mereka?
Bangsa paling jujur di dunia?
Selamat hari Anti Korupsi.

Daftar Peringkat Bangsa Terbersih Transparancy Internasional 2009 :
(Bangsa dengan peringkat sama adalah yang dengan nilai yang sama)

1. Selandia Baru ... 9.4
2. Denmark ........ 9.3
3. Singapura ....... 9.2
3. Swedia .......... 9.2
5. Swiss ............ 9.0
6. Finlandia ........ 8.9
6. Belanda .......... 8.9
8. Australia ........ 8.7
8. Kanada .......... 8.7
8. Islandia .......... 8.7
11. Norwegia ....... 8.6
12. Hong Kong ..... 8.2
12. Luksemburg ... 8.2
14. Jerman ......... 8.0
14. Irlandia ......... 8.0
16. Austria ......... 7.9
17. Jepang ......... 7.7
17. Inggris .......... 7.7
19. Amerika ........ 7.5
20. Barbados ....... 7.4

39. Brunei .......... 5.5
39. Korea Selatan . 5.5
56. Malaysia ....... 4.5
56. Namibia ........ 4.5
69. Ghana .......... 3.9
79. China ........... 3.6
84. Thailand ....... 3.4

89. Lesotho ........ 3.3
89. Rwanda ........ 3.3
92. Vanuatu ........ 3.2
97. Srilanka ........ 3.1
99. Bosnia Herzegovina ... 3.0
99. Tonga .......... 3.0
99. Zambia ........ 3.0

106. Gabon ........ 2.9
106. Gambia ...... 2.9
106. Nigeria ....... 2.9

111. Indonesia .... 2.8
Indonesia adalah satu-satunya bangsa di dunia dimana pemburu koruptornya, pimpinan lembaga bernama KPK, bisa sempat dipenjarakan oleh komplotan koruptor.
Indonesia lebih bersih dari...

111. Kiribati ...... 2.8
111. Togo ......... 2.8
120. Ethiopia ..... 2.7

Friday, August 21, 2009

Yohanes Surya : Menuju Indonesia Genius


Prof. Yohanes Surya Ph.D

“If I have been able to see further,
it was only because I stood on the shoulders of Giants”.
Isaac Newton (1643-1727)


Apakah anak-anak Indonesia
setara kecerdasannya dengan anak-anak bangsa-bangsa maju di dunia? Kalau anda melihat deretan prestasi Prof. Yohanes Surya dan anak-anak asuhannya, jawabannya adalah, tidak. Samasekali tidak.

Anak-anak Indonesia lebih unggul, lebih cerdas, lebih genius dibanding anak-anak dari bangsa-bangsa lainnya, termasuk dari bangsa-bangsa maju!

Di bawah bimbingannya, anak-anak Indonesia berkali-kali merebut gelar juara berbagai olimpiade fisika dan sains dunia yang sangat bergengsi. Mereka bahkan mengalahkan anak-anak dari China, Amerika, Jerman, Inggris, India, Korea Selatan, Australia, dan Israel. Bangsa-bangsa itu yang masih mengira Indonesia adalah bangsa yang terbelakang akan terkejut karena Indonesia tidak hanya setara dengan mereka, tapi bahkan telah melampaui mereka.

Prof Yohanes Surya dan para anak didiknya yang istimewa, cerdas dan pantang menyerah, benar-benar membuat harum nama Indonesia di dunia.

Tiga tahun yang lalu, 2006, Republik Indonesia berhasil secara spektakuler merebut juara dunia Olimpiade Fisika Internasional ke 37 di Singapura, ”37th International Physics Olympiad”. Inilah Olimpiade Fisika terbesar sepanjang sejarah, diikuti para siswa paling cerdas dari 85 negara, dan kita berhasil menjuarainya!

Kita berhasil merebut total 4 Emas, dan 1 Perak, bahkan Jepang saja hanya dapat 3 Perunggu! Ini membuktikan bahwa anak-anak Indonesia tidak sejajar dengan anak-anak cerdas lain di dunia, kita adalah juara, pemenang, nomor 1, lebih hebat dari semua lainnya.

Dan baru-baru ini, April 2009, Indonesia berhasil lagi menjadi Juara Umum di International Conference of Young Scientists (ICYS) di Polandia, mengalahkan pelajar dari negara-negara maju seperti Jerman, Belanda, Amerika, dan Rusia! Total 6 Emas direbut anak-anak Indonesia dari berbagai bidang ilmu, sementara peserta-peserta dari negara maju hanya mampu dapat paling banyak 3 emas.

Tim IPhO 37, 2006, Singapura


Di Singapura 2006, seorang anak Indonesia asuhan Yohanes Surya berhasil menjadi ”The Absolute Winner”, juara dunia IPhO, yang terbaik mengalahkan 386 anak-anak paling cerdas di negaranya masing-masing. Saat itu, tidak ada yang menyangka Indonesia bisa mendapat medali apapun.

Tapi bukan hanya mendapat medali, anak-anak Indonesia justru mendominasi olimpiade sains bergengsi itu, dan merebut emas paling banyak. Benar-benar surprise yang spektakuler. Sang pemenang besar itu adalah Jonathan Mailoa, anak genius yang sekarang telah belajar di MIT, Massachusetts Institute of Technology.

Dan tidak itu saja. Yang juga mengejutkan adalah peserta termuda genius yang berhasil merebut medali perak. Dia masih kecil, baru SMP, dan kemenangannya membuat seluruh penonton dan perwakilan dari seluruh dunia tertegun dan takjub. Nama anak itu adalah Muhammad Firmansyah Kasim. Para wakil peserta terheran-heran, bagaimana anak sekecil ini bisa memecahkan persoalan fisika yang begitu kompleks, setara S-2 dan bahkan menjadi salahsatu juara? Firman memang bukan anak kecil biasa.

Tahn 2007, Firman kembali mencapai prestasi yang bahkan lebih spektakuler. Ia berhasil merebut emas di kejuaraan dunia “8th Asian Physics Olympiad (APhO)” di, Shanghai, China. Mengalahkan anak-anak terbaik China, di China, adalah sebuah prestasi yang heroik.

Saat itu dia masih kelas 1 SMA (SMA Athirah Makasar), sementara pesaing-pesaingnya, anak-anak terbaik dari seluruh dunia, terutama dari China (yang berpenduduk 1,3 milyar), kebanyakan sudah kelas tiga. Dari 5 anak yang berhasil merebut emas, 4 dari China, dan hanya satu yang dari luar China, yaitu dari Indonesia, Muhammad Firmansyah Kasim, dan dia pun bahkan adalah peserta paling muda.

Banyak juga anak-anak genius Indonesia justru datang dari daerah yang seringkali kita anggap sebagai daerah tertinggal, Papua. Ternyata dalam melahirkan manusia-manusia genius, mereka samasekali tidak tertinggal. Bahkan disana banyak anak-anak yang kecerdasannya tidak akan tertandingi oleh kebanyakan anak-anak paling cerdas di daerah-daerah lainnya.

Anak-anak genius itu adalah George Saa, Anike Bowaire, Andrey Awoitauw, Rudolf Surya Bonay, Jane Ansanay, Zacharias Viktor Kareth, dan masih banyak lainnya.


Brilliant Minds, dari Papua


George Saa, adalah pemenang “First Step to Nobel Prize in Physics” 2004, dan hanya anak-anak paling cerdas di seluruh dunia, para genius muda calon-calon peraih Nobel yang mampu meraihnya.

Hasil penelitiannya yang berjudul “Infinite Triangle and Hexagonal Lattice Networks of Identical Resistor” mengalahkan ratusan karya terbaik yang dikirim peserta-peserta dari 73 negara di dunia. Setiap karya yang masuk akan dinilai 30 ahli-ahli fisika dari 25 negara. Dan juri memutuskan pemenangnya adalah George Saa, dari Indonesia.

Hebatnya, George (Oge) bisa mempunyai pemikiran yang sejauh itu dari Papua. Kita tahu disana fasilitasnya, buku-buku, alat-alat laboratorium, apalagi internet, semua begitu terbatas. Bahkan Oge kadang juga terpaksa tidak bersekolah karena tak punya ongkos, atau harus membantu ayahnya di ladang. Sesuatu yang tentu saja akan membuatnya menangis berjam-jam. Belum lagi buku yang seringkali tidak bisa terbeli.

Ada satu hal yang heroik yang bisa kita pelajari dari sini, bahkan oleh tokoh-tokoh besar dan pejabat di Jakarta. Kalau kemauan kita cukup kuat, tidak akan ada lagi yang tidak mungkin. Tidak akan ada apapun yang bisa menghalangi seseorang dengan kemauan yang cukup besar.

Dan uang, adalah masalah omong kosong. Kalau anda membaca buku di perpustakaan, gratis tanpa biaya, dan anda membacanya seperti orang gila dari pagi sampai malam, tidak akan ada yang bisa mengalahkan anda, bahkan di seluruh dunia.


"Uang bukan segala-galanya untuk maju.
Selalu ada jalan untuk menimba ilmu."
George Saa


Dan George beruntung karena akhirnya dia mendapat bimbingan dari seorang profesor terbaik di Indonesia, Prof. Yohanes Surya. Dengan bimbingan yang unggul, terbukti setiap anak Indonesia, semuanya, bisa jadi yang terunggul.

Di tahun 2005, gadis cilik Anike Bowaire dari SMU Negeri 1 Serui Papua gantian meraih “The First Step to Nobel Prize in Physics” di Warsawa, Polandia. Makalahnya yang berjudul berjudul “Chaos in an Accelerated Rotating Horizontal Spring” dianggap sangat kreatif dan original.

Seorang anak SMU yang mengenal Teori Chaos (keteraturan dalam chaos) sebenarnya nyaris adalah sebuah keajaiban. Tapi seorang anak SMU yang bisa menciptakan teori sendiri tentang Chaos, adalah sesuatu yang nyaris mustahil. Tapi itulah keajaiban besar yang datang dari Papua. Anike sudah membuat harum nama Indonesia, padahal umurnya pun belum 20 tahun.

Karena senangnya belajar, Anike bisa membaca dan belajar dari pagi buta sampai tengah malam. Orang-orang mungkin akan bertanya, ”kenapa?”. Jawabannya sederhana. Karena ia senang dengan fisika, dan dunia fisika. Baginya, fisika adalah keajaiban.

Setiap benda-benda dan pergerakan segala sesuatu di alam semesta, dari quark sampai galaksi, adalah keajaiban, teka-teki dari Tuhan Yang Maha Baik. Setiap fenomenanya, dari cahaya, gravitasi, sampai Lubang Hitam di pusat tata-surya adalah tantangan yang seru untuk dipecahkan. Teka-teki yang kadang-kadang bisa dipecahkan dengan jawaban yang kreatif dan paling sederhana.

“Kesenangan yang lain adalah setelah saya dapat emas, kawan-kawan di Papua yang sebelumnya selalu tertawa melihat saya setiap sore ikut les bahasa Inggris kini mulai rajin belajar.”
Anike Bowaire, 20 tahun, keteladanan.

Banyak lagi anak-anak Papua yang memiliki prestasi spektakuler. Rudolf Surya Bonay (20 tahun, lahir 7 Desember 1988), adalah pemenang “The First Step to Nobel Prize in Chemistry” di tahun 2006. Andrey Awoitauw mendapat medali emas Olimpiade Sains Nasional (2005) mengalahkan Ivan Kristanto, juara dunia dari Jakarta. Ada juga Jane Ansanay dan Zacharias Viktor Kareth yang akan mengikuti Olimpiade Fisika Asia di Vietnam.

Indonesia benar-benar dianugerahi Tuhan begitu banyak anak-anak cemerlang. Mereka tersebar di seluruh penjuru Indonesia bahkan sampai ke pelosok-pelosok terpencil. Ada Pangus Ho, Irwan Ade Putra dan Andy Oktavian Latief yang bersama Jonathan Mailoa mendapat emas di IphO 2006 di Singapura.

Ada Dhina Pramita Susanti (16 tahun), yang bersama Anike Bowaire mendapat emas di “The First Step to Nobel Prize in Physics” ke-13 di Warsawa, Polandia 2005. Dia juga belajar di bawah bimbingan Prof Yohanes Surya. Dina yang masih remaja kecil ini saat akan ke Polandia berjuang dengan tidur hanya empat jam sehari, selama 4 bulan, untuk bisa menguasai soal-soal yang hanya dimengerti mahasiswa-mahasiswa fisika tingkat pascasarjana. Benar-benar keteguhan yang menakjubkan.

Ada juga Stephanie Senna, murid SLTP Ipeka Tomang yang menjadi anak Indonesia pertama yang meraih emas di Internasional Biology Olympiad di Saskatoon, Kanada 2007. Dia juga pernah meraih gelar “The Best Experimental Winner” di “International Junior Science Olympiad” 2004 di Jakarta.

Di ajang bergengsi yang diikuti 30 negara ini Indonesia kembali menjadi juara umum dengan memborong 8 medali emas, 4 perak, ”Best Experimental Winner” dan “Absolute Winner”. Taiwan mendapat 5 Emas, dan bahkan Korea Selatan dan Rusia saja hanya dapat 1 Emas.

Ada juga anak 13 tahun dari Cilacap bernama Azis Adi Suyono. Ia benar-benar seperti Lintang di cerita Laskar Pelangi. Sekolahnya jauh, dan harus menyeberangi sungai dan rawa-rawa. Anak genius inilah yang merebut gelar ”Absolute Winner” di Olimpiade Sains Junior Internasional 2004 di Jakarta itu. Anak dari keluarga sederhana, dan bersekolah di sekolah terpencil di desa Jojok, Kotawaru Cilacap ini mampu mengalahkan pelajar-pelajar terbaik dari Korea, Taiwan dan Rusia yang mempunyai sistem pendidikan terbaik dan fasilitas super canggih.

Presiden SBY pun kagum padanya. Azis termasuk dalam salahsatu penerima Anugerah Kehormatan Satyalancana Wira Karya yang diberikan di Istana Negara kepada anak-anak Indonesia yang telah mengharumkan nama Indonesia dalam berbagai lomba sains internasional.

Kenapa Azis bisa begitu hebat? Karena baginya fisika itu asyik. Fisika membuatnya bisa mengkhayal tentang begitu banyak hal-hal ajaib di alam semesta. Dia membayangan keajaiban kecepatan cahaya, dan impiannya adalah bila seandainya dia bisa terbang melebihi kecepatan cahaya, maka ”Waktu” akan berhenti. Mungkin kalau manusia sudah benar-benar menguasai Relativitas Ruang-Waktu, maka manusia bisa mengendalikan waktu, dan melakukan ”time travel” seperti di film-film sains-fiksi.

Mungkin kalau kita tidak bisa menemukan Lintang yang ada di Laskar Pelangi, maka Azis Adi Suyono akan menjadi kembaran Lintang yang sejati. Seorang anak kecil yang ditakdirkan menjadi secemerlang Einstein dan Newton.

Dari Klaten, sebuah kota kecil di dekat Yogyakarta, kita akan menemukan seorang anak sederhana bernama Masyhur Aziz Hilmy. Umurnya baru 16 tahun waktu dia menjuarai Olimpiade Astronomi Internasional 2004 di Ukraina.

Azis yang seringkali tidak punya uang untuk membeli buku, bisa menjadi juara sains tingkat dunia. Karena tidak punya uang untuk membeli buku, maka ia memuaskan keingintahuannya tentang luar angkasa dengan membaca di perpustakaan sekolahnya sepanjang hari. Kalau bukunya sudah habis, dia akan pergi ke Yogya, dan dia akan ke pergi toko buku di mal atau perpustakaan, dan membaca disana sampai 5-6 jam.

Wisdom begins in Wonder..
Socrates (469-399SM)


Kenapa dia begitu suka astronomi?
Waktu masih SD, dia pernah membaca sebuah buku yang ringan dan populer. Disana, dia bisa melihat berbagai macam benda angkasa yang menakjubkan, bulan, bintang, planet-planet lain d luar Bumi, galaksi raksasa, tata-surya, nebula yang indah. Sebuah buku Astronomi Populer. Dan pikirannya terbuka, seperti Newton.


On The Shoulders of Giants..


Einstein ”senang” belajar.
Newton ”senang” belajar, Leonardo da Vinci, ”senang” belajar. Feynman, Michio Kaku, Alan Lightman, Carl Sagan, Stephen Hawking, senang, belajar. Semua anak-anak yang disebut cerdas, dimanapun, di Indonesia atau di dunia, senang belajar.

Bagi mereka alam semesta adalah keajaiban. Planet-planet lain di luar angkasa adalah sesuatu yang fantastik. Mungkin ada makhluk lain atau peradaban besar di sana yang tidak kita ketahui. Bagaimana pesawat raksasa yang berbobot ratusan ton bisa terbang, adalah sesuatu yang ajaib. Bagaimana seluruh alam bisa berada dalam keteraturan, dari kuark sampai planet dan galaksi adalah sesuatu yang maha-dahsyat.

Bagaimana kecepatan cahaya bisa diukur, atau bagaimana sebuah partikel super kecil bisa berubah menjadi kekuatan energi maha-dahsyat (E = mc²), semuanya seperti sesuatu yang nyaris tidak masuk akal. Tapi itulah keajaiban dunia, keajaiban alam semesta, keajaiban sains.

Mereka jadi senang belajar, karena mereka beruntung mendapat proses belajar yang menyenangkan, dan asyik. Mereka mempunyai buku-buku yang menyenangkan dan asyik, ensiklopedia ilmu dengan gambar-gambar yang keren, indah, dan berwarna-warni, bahkan komik-komik sains-fiksi yang seru. Kalau mereka tidak bisa membelinya, mereka bisa membacanya di perpustakaan sepuas-puasnya. Mereka juga suka menonton film sains-fiksi, atau benda-benda ”ajaib” yang menstimulasi pikiran mereka.

Ini ada beberapa contoh :

1. Michio Kaku

Michio Kaku waktu kecil senang menonton petualangan angkasa ”Flash Gordon”, dan membaca novel-novel Isaac Asimov (terutama serial “Foundation”). Dia tidak terpesona dengan Flash Gordon-nya, tapi dengan sang ilmuwan, Dr. Zarkov, yang mampu membuat mesin-mesin fantastis seperti roket antar-bintang bahkan menciptakan sebuah kota diatas langit. Bagi Michio, yang menyelamatkan dunia dari kejahatan Kaisar Ming, adalah bukan otot Flash Gordon, tapi kecerdasan sang saintis, Dr. Zarkov.

2. Wernher Von Braun

Wernher Von Braun, Bapak Ruang Angkasa Amerika (yang mantan Nazi), terinspirasi oleh salahsatu pioner teknologi roket Hermann Oberth dan sangat menggemari film petualangan ke bulan, ”Woman in The Moon” yang menggunakan ide-ide awal Oberth. Dia waktu kecil dibelikan ibunya sebuah teleskop untuk melihat bintang-bintang yang menjadi benda kesayangannya. Berkat teleskop itu, dia ingin pergi ke bintang-bintang, bagaimanapun caranya.

3. Edwin Hubble

Edwin Hubble dikenal waktu kecil sangat gemar membaca novel-novel Jules Verne yang fantastik dan misterius tapi juga banyak mengandung sains. Cerita-cerita itu seperti "20,000 Leagues Under the Sea" dan "From the Earth to the Moon". Hubble juga senang membaca buku Henry Rider Haggard, "King Solomon's Mines".

4. Fermi

Kalau Einstein kecil begitu terpesona pada Kompas, Enrico Fermi terpesona pada giroskop (gyroscope, instrumen roda untuk menentukan orientasi keseimbangan).

5. Carl Sagan

Carl Sagan waktu kecil senang cerita-cerita manusia-manusia dan makhluk Mars “John Carter of Mars” dan termimpi-mimpi berpetualang ke luar angkasa.

6. Richard Feynman

Feynman sejak kecil sangat suka membaca Encyclopedia Britannica bersama ayahnya. Ayahnya, Melville Feynman, juga suka mengajaknya jalan-jalan ke pegunungan. Dan sambil jalan-jalan, ayahnya akan memperlihatkan segala macam keindahan alam pada Feynman. (Classic Feynman: All the Adventures of a Curious Character, 2006).



Mereka punya pembimbing yang menyenangkan.
Orangtua mereka mengajarkan mereka keasyikan sains, mereka punya teman, kakak, paman, dan guru-guru di sekolah yang juga menyenangkan dan mengajarkan bahwa alam semesta itu penuh dengan keajaiban. Karena senang, intensitas belajarnya jadi tinggi, itu saja. Seluruh dunia jadi terbuka buat mereka, indah, ringan, menyenangkan, dan gampang. Dan mereka mendapat gelar, anak-anak cerdas, bahkan genius.

Ada cerita waktu Einstein masih kecil. Waktu kecil, Einstein diberi sesuatu oleh ayahnya, sebuah benda ”ajaib” yang menggoda pikirannya. Benda itu adalah sebuah kompas. Einstein kecil tidak habis pikir kenapa jarumnya selalu menunjuk ke Utara. Apapun yang dia lakukan, jarumnya selalu menunjuk arah Utara. Seakan-akan jarum itu punya pikiran sendiri. Seakan-akan, ada sesuatu yang tidak terlihat yang menariknya ke arah sana.

Dan Einstein kecil juga memiliki orang-orang dekat yang mempengaruhi kecerdasan dan kecintaannya pada ilmu dan alam semesta. Pamannya, Jakob, mengajarkannya sebuah permainan yang sangat menyenangkan. Permainan itu adalah permainan berburu binatang diatas kertas.

Binatang kecil yang dikejar itu tidak diketahui namanya, dan akan disebut ”x”. Nanti setelah berhasil ditangkap, maka nama binatang misterius itu bisa diketahui. Nantinya nama permainan berburu binatang tanpa nama itu akan dikenalnya dengan nama, ”Aljabar”. Jakob juga mengajarkan beragam ilmu ke Albert dengan memakai mainan-mainan yang seru seperti kereta-keretaan dan kapal-kapalan.

Albert juga memiliki teman yang lebih tua namanya Max Talmey. Max adalah mahasiswa kedokteran yang miskin tapi cerdas yang sering diundang orangtua Albert untuk makan malam bersama. Max sering membawakan Albert kecil buku-buku dan majalah pengetahuan populer yang bagus-bagus dan menyenangkan dibaca. Buku-buku berisi keajaiban dunia dan alam semesta. Dan kecintaan itupun tumbuh subur, dan Einstein menjadi genius.


"The Key to The Universe"


Menyenangkan, adalah kata kuncinya.
Kalau seorang anak sudah menyenangi keindahan alam semesta, menyenangi teka-teki permainan matematika yang seru, maka tidak ada lagi yang bisa menghentikan mereka.

Dan Prof. Yohanes Surya mengetahui kunci ini. Metode pembelajarannya dinamakan ”Gasing”, Gampang, Asyik, dan Menyenangkan. Yohanes Surya tahu, anak-anak paling cerdas dimanapun di dunia, dan bahkan orang-orang genius, menjadi sedemikian dahsyat otaknya karena hal itu. Dan dengan itu, kita bisa menciptakan banyak anak-anak genius. Ribuan, atau bahkan jutaan. Generasi baru manusia-manusia genius.

Berdasarkan statistik, di suatu bangsa biasanya dari 11.000 orang akan ada 1 orang genius. Maka di Indonesia yang berpenduduk 230.000.000 seharusnya ada lebih dari 20.900 orang-orang genius. Bukan sekedar genius biasa, tapi yang ber-IQ 160, atau setara Einstein (Yohanes Surya, Kompas 29 Juli 2009, Anak Cerdas Butuh Layanan Khusus).

Sedangkan orang-orang cerdas yang IQ-nya diatas 125 mungkin jumlahnya mencapai jutaan. Dan melihat banyaknya prestasi anak-anak Indonesia itu, statistik ini sepertinya tidak terlihat berlebihan.

Sejak tahun 2000, Prof. Yohanes Surya telah mendidik ribuan guru-guru fisika dan matematika di Indonesia, dari Sabang sampai Merauke di Papua, termasuk pesantren-pesantren. Benar-benar luar biasa.

Dan selanjutnya nanti tentu nanti guru-guru ini akan menularkan ilmunya yang unggul ke jutaan anak-anak di seluruh Indonesia. Pak Yohanes Surya jelas mempunyai keunggulan visi, kemampuan strategis, dan determinasi untuk menciptakan jutaan anak-anak genius di seluruh Indonesia.

Suatu hari nanti, ketika sudah cukup banyak guru-guru yang terinspirasi, sudah cukup banyak anak-anak di seluruh Indonesia yang terinspirasi, maka critical mass akan tercipta. Dan Indonesia akan bangkit menjadi bangsa yang cerdas dan unggul.

Dan berkat kerja keras sang Prof Yohanes Surya, dan banyak tokoh inspiratif Indonesia lainnya, kebangkitan itu mungkin tidak akan lama lagi.




Some Notes:

On Feynman :
Feynman's father used to read to him from the Encyclopedia Britannica. If, for example, they read about a dinosaur that was 25 feet tall with a six-foot-wide head, his father might translate that description into familiar terms for his son: If the dinosaur stood in their yard, it would be tall enough to put its head through an upper window, but its head would be too wide to fit. Throughout his life, Feynman translated complex ideas into simple examples.


Michio Kaku :
"I did not have a favorite childhood teacher, but there was one person who had me riveted to the TV screen every Saturday afternoon. I used to watch the old Flash Gordon series on TV, and it was thrilling to rocket to the planet Mongo every week. But after a while, I figured out that although Flash got the girl and all the accolades, it was really Dr. Zarkov who made the series work. Without Dr. Zarkov, there could be no Flash Gordon.

I was fascinated by the fact that here was a humble individual, who could, by the sheer force of his intellect, change the course of history and save the earth. Although Flash had the looks and the muscles (which we are born with), Dr. Zarkov was a self-made man who could create rocket ships, invisibility rays, and defeat dictators. It made me appreciate the power of science and technology, and the ability of one man to change history by unleashing the power of science."

Monday, July 20, 2009

Sparta ! (dan Keunggulan Yunani)



Di Sparta,
bagian terkuat dari Kerajaan Yunani, anak-anak mulai diajarkan keahlian militer, taktik, persenjataan, dan keberanian, sejak umur 7 tahun.

Sparta, adalah satu-satunya kota di Yunani yang tidak mempunyai tembok pertahanan. Para laki-laki Sparta adalah tembok pertahanan yang terhebat.

Setiap anak laki-laki akan menjalani pelatihan kekuatan, stamina, dan mental yang sangat berat dan berdisiplin tinggi seumur hidup mereka. Mereka juga diajarkan cerita-cerita kepahlawanan yang heroik. Tujuannya : membentuk tentara yang sempurna dan tidak terkalahkan.

Pasukan Sparta adalah pasukan terkuat di dunia. Setiap prajurit Sparta bisa mengalahkan beberapa prajurit terbaik dari kerajaan lain sekaligus.

Para raja-raja Sparta yakin mereka semua adalah keturunan langsung dari Hercules.

Dalam pertempuran Thermopylae yang legendaris (480 BC), 7000 pasukan Yunani termasuk 300 tentara terbaik Sparta harus menghadapi 2 juta lebih tentara Persia dipimpin Xerxes I. Sparta dipimpin oleh Raja Leonidas I. Pasukan Sparta bertempur dengan gagah berani dan tidak mundur sejengkalpun walaupun tahu mereka tidak akan menang. Walaupun akhirnya kalah dan mereka semua dibantai, pasukan Sparta berhasil menghabisi 20.000 tentara Persia.

Kenapa Yunani Menjadi Puncak Dunia dan Menghasilkan Banyak Genius ?

Puncak kehebatan Yunani adalah di masa sang pemimpin besar yang karismatis, Pericles (445-429 SM).

Pericles mencintai ilmu pengetahuan dan filosofi. Di masa Pericles, ilmu, seni, kebudayaan, dan filosofi Yunani jadi berkembang pesat. Socrates, bapak para filsuf besar termasuk Plato dan Aristoteles, adalah sahabat Pericles.

Pericles ingin menciptakan kerajaan Yunani yang kuat, kaya-raya, megah dan indah. Acropolis dan Parthenon yang sangat megah dan indah mulai dibangun di masa ini.

Ia mempunyai istri yang cantik dan cerdas, Aspasia. Aspasia bahkan dikatakan menjadi mentor oratorial dari Pericles dan Socrates! Pericles dan Aspasia senang berkumpul dan mengobrol (berdiskusi) dengan para intelektual sepanjang malam.

Socrates adalah anak pemahat batu yang miskin dan pernah menjadi tentara. Ia berperang dengan gagah berani di Perang Peloponesia. Baru di umur 40 tahun ia mulai bertanya, "apa itu hidup?", "buat apa manusia hidup?", dan "apa itu kebijaksanaan?".

Pemikiran rasional bermula dari masa ini, ilmu dari observasi, analisa, dan teori.

Anak-anak semua bersekolah dan diajarkan menulis, membaca, matematika, menyanyi, memainkan alat musik, dan olahraga. Olahraga diajarkan tidak hanya untuk kesehatan, tapi untuk mampu secara efektif mempertahankan kerajaan dari musuh.

Pericles adalah orator terhebat yang karismatis. Pidatonya "bak guntur dan halilintar yang datang dari Dewa Zeus". Waktu lawan politiknya, Thucydides, ditanya oleh raja Sparta Archidamus, "Siapa yang lebih hebat, diriku atau Pericles?!", Thucydides langsung menjawab, "Pericles!". Karena walaupun Pericles kalah, ia akan mampu meyakinkan semua orang bahwa ia menang!

Hasil dari kemenangan atas Persia saat itu, para penduduk miskin Athena terdorong untuk meminta agar suara mereka lebih didengar para penguasa. Pericles memberikannya. Demokrasi dimulai.

Pemimpin terbesar dan paling dikenal Yunani selanjutnya adalah Alexander the Great (lahir 356 SM, memerintah 336-323). Sejak umur 13 tahun ia dididik oleh sang filsuf besar Aristoteles. Aristoteles mengajarkannya filosofi, ilmu pengetahuan, seni, hukum, dan agama.

Alexander, kemanapun pergi selalu membawa sebuah buku, Iliad, cerita kepahlawanan dari Homer. Iliad bercerita tentang kepahlawanan Achilles dalam Perang Troya.

Alexander baru berumur 20 tahun ketika jadi raja Macedonia Yunani. Banyak yang langsung meragukan kemampuannya. Tapi Alexander berubah menjadi pemimpin yang unggul dan pemberani dan bahkan dia mulai menyerang Persia ! (ingat pertempuran Thermopylae).

Alexander adalah jenderal terbesar yang selalu memimpin pasukannya di paling depan. Dia sangat pemberani dan tidak kenal takut sedikitpun.

Alexander adalah seorang pemimpin yang cerdas dan terpelajar. Ia mewariskan Universitas dan perpustakaan di Alexandria, Mesir. Perpustakaan Alexandria adalah perpustakaan terbesar di dunia di zaman klasik.

Friday, June 26, 2009

Kemajuan Korea Selatan


Kemajuan Korea Selatan

Ini adalah sungai Chonggyechon, sungai utama yang mengaliri kota Seoul, Korea Selatan pada pertengahan 1950-an. Chongyecheon berarti "aliran air yang bening".

Sekarang, 2009, Korea Selatan adalah salahsatu bangsa termaju dan terkaya di seluruh dunia. Sejajar dengan Amerika, Jepang, dan China.

Kenapa Korea bisa dan Indonesia pun akan bisa?

Kompas 26 Januari 2008

Tuesday, May 26, 2009

Amerika Bangkrut! Manual Sederhana Krisis Global


Amerika Bangkrut, film dokumenter I.O.U.S.A, 2008


Amerika nyaris bangkrut.
Hutangnya tahun 2009 ini akhirnya akan mencapai US$ 10.7 Trilyun. Ini adalah hutang terbesar diantara seluruh bangsa di dunia.

Kebanyakan hutang ini awalnya dipakai untuk konsumsi rakyat Amerika. Agar masyarakat Amerika bisa mempunyai rumah yang mentereng, mobil yang mengkilat (Lexus, Camry, etc), belanja barang-barang bermerk, dan makan burger tiga lapis. Sedangkan untuk para eksekutif topnya, agar mereka bisa mempunyai yacht super mewah dan private jets.

Kalau tidak punya uang cukup untuk bermewah-mewahan? Gampang, hutang saja. Kalau cuma mampu beli rumah US$ 200.000 tapi ingin punya rumah sempurna seharga US$ 500.000? Mudah, pinjam saja. Bank-bank yang sedang kelebihan modal pasti akan memberikannya. Pemerintah pun mendukungnya dengan senang hati lewat Freddie Mack dan Fannie Mae. Untuk apa? Ya tentu saja untuk politik, untuk membuat rakyat percaya seakan-akan Amerika sedang makmur-makmurnya (lalu mereka akan dipilih lagi).

Lalu siapa yang tidak mau? Dan seluruh Amerika pun berbondong-bondong membeli rumah yang sebenarnya akan sulit mereka bayar. Dan Itulah jiwa orang Amerika sekarang, belanja, dan berhutang. Hutang kartu kredit juga sudah menjadi masalah nasional disana.


Yang kedua adalah untuk dipakai berperang di Iraq dan Afganistan. Menurut Stiglitz, biayanya sudah mencapai US$ 3 Trilyun (The Three Trillion Dollar War, 2008, Joseph Stiglitz dan Linda Bilmes).

Dan apa alasan perang ini? Karena Irak mempunyai senjata pemusnah masal, WMD, Weapon of Mass Destruction, yang kemudian ternyata tidak terbukti sedikitpun. Biaya yang begitu spektakuler untuk sebuah perang palsu. Dan ternyata, kehancuran Amerika tidak akan datang dari Timur Tengah, tidak dari teroris, melainkan dari dalam dirinya sendiri.

Hutang terbesar Amerika adalah kepada China. Besarnya sekitar 740 Milyar Dollar (Foreign owners of US Treasury Securities, January 2009, Wikipedia). Dan produk-produk China juga telah membanjiri seluruh pasar Amerika. Semuanya sekarang ”Made in China”. iPhone? Made in China. Gucci, made in China. Bendera kebangsaan Amerika? The Stars and Stripes? Made, in China.



Orang-orang Amerika sendiri makin kurang suka memproduksi barang di pabrik. Kerja di pabrik tidak cool, tidak keren, dan penghasilannya tidak akan membuat mereka cepat kaya. Lalu Chinalah yang menjadi pabrik raksasa bagi Amerika dan seluruh dunia.

Orang-orang Amerika, lebih suka kerja yang bersih-bersih, jadi pengacara, artis, atau analis keuangan. Para analis keuangan Wall Street juga bermimpi-mimpi, hanya dengan mengutak-atik angka di depan komputer, mereka bisa melipatgandakan uangnya dan menjadi kaya-raya dalam semalam.

Impian-impian menjadi kaya-raya dengan cepat, uang jutaan dollar, dengan mudah membuat banyak orang gelap mata. Beragam sistem, legal dan ilegal, diciptakan untuk membuat keuntungan melonjak drastis. Keinginan untuk berusaha dan mendapat uang adalah wajar, tapi Keserakahan, adalah hal lain. Sementara, produktifitas ekonominya terus turun relatif dibanding China.


Ekonomi finansial Wall Street
segera berubah menjadi ekonomi siluman, permainan uang virtual raksasa yang makin absurd. Judi besar-besaran senilai trilyunan dollar. Banyak orang lalu percaya permainan ini telah berubah menjadi sesuatu yang berbahaya dan mengerikan, a Financial Frankenstein.

Pada titik kritis, Warren Buffet menyebutnya ”Financial Weapons of Mass Destruction”. Diantaranya termasuk permainan penjaminan pinjaman perumahan kelas dua itu, Subprime Mortgage. Dan sebelumnya ada skandal Enron, lalu, skandal raksasa Bernard Madoff yang menipu kliennya sampai Rp 500 Trilyun (!).

Sementara ekonomi Amerika menjadi semakin rusak, China makin kaya. Defisit perdagangan Amerika dan China makin menggelembung (melampaui 100 Milyar Dollar per tahun), dan hutangnya telah menjadi begitu besar. Seandainya China kebetulan ingin menarik kembali hutangnya, maka Amerika, sang Superpower, akan kolaps begitu saja. Bangsa besar Amerika, kedigdayaan Washington, gemerlap New York dan LA, semua akan sirna.

Dan akhirnya tentu meletuslah segala kegilaan itu. Ekonomi Amerika kolaps. Rumah tangga kolaps, mereka yang memaksa membeli rumah lebih mahal dari kemampuannya, tidak mampu membayar cicilan rumahnya, Subprime Crisis. Perusahaan-perusahaan besar kolaps, dan mereka harus di-bail-out besar-besaran dalam skala puluhan Milyaran Dollar (AIG, Citibank, Detroit, etc). David Kellermann, CFO Freddie Mac, pada 22 April 2009 ditemukan bunuh diri di rumahnya.

Dan tidak hanya Amerika, tapi seluruh dunia harus membayarnya. Untunglah akhirnya ada Obama, yang pernah sekolah di Indonesia itu. Tapi tantangan yang akan dihadapi presiden baru itu akan sangat besar, walaupun ia juga mampu memberikan harapan yang besar pada Amerika dan dunia.

Saran hari ini, segeralah belajar bahasa China.

Beli buku percakapan sehari-hari bahasa China di Gramedia. Kedua, kalau anda punya uang berlebih, tabunglah, jangan suka beli barang-barang yang tidak anda perlu sekalipun di-diskon up to 70%. Seperti kata para orangtua kita dulu, berhemat itu bagus. Dan jangan pernah jadi orang yang serakah. Ketiga, banyaklah bersyukur, cobalah bersyukur walau kadang tidak mudah, dan perbanyaklah bantu mereka yang membutuhkan.

Krisis sudah kelihatan akan mulai berakhir, tapi perjalanan sementara ini akan berat, dan semua orang harus berjuang. Mudah-mudahan kita bisa mendapat pelajaran yang sangat besar dari sini.





Pelajari lebih lanjut :

Trailer film dokumenter I.O.U.S.A
How Financial Madness Overtook Wall Street, Time.com
Crisis of the U.S. Dollar System, Global Research
United States Public Debts, Wikipedia
Buffett warns on investment 'time bomb', BBC News
Global Financial Crisis, Wikipedia

May 27, 2009

Sunday, April 12, 2009

Keajaiban Ekonomi China

A Post-American World: The Rise of China, CBS,
17 Agustus 2008

200 tahun yang lalu, Napoleon,
sepulang dari China dia berkata, "Lihat, China adalah raksasa yang sedang tidur. Biarkan mereka tidur. Biarkan mereka tidur. Karena pada saatnya mereka terbangun, seluruh dunia akan terguncang."

Sekarang, abad 21, raksasa China telah terbangun, dan seluruh dunia terguncang hebat. Selamat menyaksikan video ini, sebuah laporan khusus CBS tentang kebangkitan sebuah peradaban besar.

Sunday, November 30, 2008

GLORIAD, Global Ring Network for Advanced Applications Development


GLORIAD (Global Ring Network for Advanced Application Development) is a high-speed computer network used to connect scientific organizations in United States, China, Russia, the Netherlands, Korea, and Canada.

***

GLORIAD is sponsored by the US National Science Foundation, a consortium of science organizations and Ministries in Russia, the Chinese Academy of Sciences, the Ministry of Science and Technology of Korea, the Canadian CANARIE network, and the national research network in The Netherlands SURFnet.

GLORIAD provides bandwidth of up to 10 Gbit/s via OC-192 links, e.g. between KRLight in Korea and the Pacific NorthWest GigaPOP in the United States.

GLORIAD which built on a fiber-optic ring of networks around the northern hemisphere of the earth, providing scientists, educators and students with advanced networking tools that improve communications and data exchange, enabling active, daily collaboration on common problems.

With GLORIAD, the scientific community can move unprecedented volumes of valuable data effortlessly, stream video and communicate through quality audio- and video-conferencing.

This new era of cooperation will provide benefits not only to the S&E communities but to every citizen in the partner countries through:
  • New discoveries into the basic nature and structure of the universe through advanced network connections between high energy physicists and astronomers - and the expensive facilities GLORIAD makes it possible to share;
  • Support of the global community building the International Thermonuclear Experimental Reactor (ITER), creating a technology which will someday provide a practically limitless supply of energy;
  • Advancing joint geological sciences related to seismic monitoring and earthquake prediction;
  • Enabling new joint telemedical applications and practices;
  • Increasing classroom to-to-classroom cooperation to accessible scientists and students in other countries through the 24/7 EduCultural Channel, the “Virtual Science Museum of China,” the Russia-developed “Simple Words ” global essay contest, and a special partnership with International Junior Achievement.

These are a small sample of the literally hundreds of active collaborations served by both the general and advanced network services provided by GLORIAD.




GLORIAD: Cooperation in Research and Education, America.gov
29 July 2008

"One thing for sure about GLORIAD, no matter how fast we move on increasing capacity and services on the network, the various science groups out there are moving faster. We're seeing many terabytes (1 trillion bytes) of data transferred each month and expect petabytes (1 quadrillion bytes) in the not-so-distant future. So it's a real challenge for us, but it's a good challenge".


sabaar, sabarr.. nanti kita juga bisa ikutan kok
If we're advanced enough that is

Wednesday, November 26, 2008

INDIKATOR, are we learning from the best?



Siapa saja bangsa-bangsa termakmur di dunia ? Bagaimana mereka menjadi yang paling kaya-raya?

PDB Per Kapita (Dollar AS, GDP, World Bank 2007)
1. Luksemburg
...........99,879
2. Norwegia ...............81,111
3. Islandia .................62,733
4. Irlandia .................58,399
5. Denmark ...............56,427
6. Swiss ....................55,035
7. Swedia .................48,584
8. Finlandia ..............46,515
9. Belanda ................46,041
10.Amerika ..............45,790

19. Singapura ...........35,160
20. Jepang ...............34,254
28. Korea Selatan .....19,983
99. Cina ....................2,485
108. Indonesia ...........1,918

PDB (Milyar Dollar AS)
1. Amerika ..............13,811
2. Jepang ..................4,376
3. Jerman .................3,297
4. China ....................3,280
5. Inggris ..................2,728
6. Perancis ................2,562
7. Italia .....................2,107
8. Spanyol .................1,429
9. Kanada ..................1,326
10. Brasil ..................1,314

13. Korea Selatan .........969
20. Indonesia ...............432
27. Denmark ................308
43. Singapura ...............161


FAKTA MENARIK

Luksemburg menjadi negara yang warganya paling makmur di dunia. PDB perkapitanya bahkan lebih dua kali lipat Amerika (US$ 99,879 berbanding US$ 45,790).

Warga Singapura, sama makmurnya dengan warga Jepang, lebih makmur dari warga Korea.

Irlandia dibahas secara khusus dalam buku The Next Global Stage, Kenichi Ohmae (yang baru aku baca lagi).

Denmark, adalah bangsa paling bahagia di dunia. 1. Warganya adalah yang paling makmur no.5 di dunia.

PDB Indonesia adalah no.20 terbesar di dunia. Lebih besar dari Denmark (27) dan Singapura (161).

KENAPA LUKSEMBURG ?
ADA APA DENGAN IRLANDIA ?
APA PERSAMAAN KEDUANYA DENGAN, SINGAPURA ?
BAGAIMANA KOREA, BISA MENGALAMI PERTUMBUHAN TERCEPAT DI DUNIA ?
BAGAIMANA DENGAN CHINA ?


Analysis, coming soon.

Lihat
Rahasia Jepang Mengalahkan Amerika
Keunggulan Korea Selatan

Thursday, May 29, 2008

The Great Empires I : British Empire

"The empire on which the sun never sets", The British Empire.
The Pax Britannica.


Kerajaan Inggris, di suatu masa adalah kerajaan yang menguasai hampir seluruh bumi.

1. Siapakah Elizabeth I ?
Ratu berumur 25 tahun yang membangkitkan Imperium Inggris. Bagaimana dia mampu melakukannya?

2. Siapakah Francis Bacon? (Knowledge is Power)

3. Apakah itu, Revolusi Sains?

4. Apa itu, Revolusi Industri?

5. Siapakah dan darimana asalnya... Adam Smith, Isaac Newton, dan James Watt? (dan Shakespeare?)

Bagaimana Inggris, menguasai seluruh dunia?
Coming soon.

Friday, April 25, 2008

Creating Millions of Geniuses

Isaac Newton Albert Einstein Bill Gates Steve Jobs


Para pencinta Keajaiban.
Keajaiban Alam Semesta, Teknologi masa depan manusia yang dahsyat. Galaksi, Atom, Dunia Kuantum, Komputer, Mesin-mesin dari masa depan.
Genius. Their sense, of Wonder. Keajaiban.


Ignited Minds, how to create them?
Millions, and millions of them?
Hundreds of Millions?
A Super Nation?

See here, "The Super Geniuses".
“China Needs an Einstein. So Do We”. Thomas L. Friedman, NYT.
Wikipedia, "Genius"
The Birth of Einstein's Wonderment. Ockham's Razor, The Einstein Factor.

"Geniuses are thunderstorms. They go against the wind, terrify people, cleanse the air".
Kierkegaard

Tuesday, December 25, 2007

Bagaimana Cara Menciptakan Peradaban Super


(for educational and creative purpose only. for now)



ADVANCED CIVILIZATION 101


1. Kalau kita pelajari semua sejarah negara-negara termaju dunia sekarang, para Superpowers, dari Amerika, Jepang, Imperium Inggris yang menguasai seluruh dunia, Jerman (dari masa sebelum Perang Dunia II sampai sekarang), juga Singapura (negara kecil tersukses di dunia), dapatkah kita juga menjadi, Negara Termaju di Dunia ?

2. Kalau kita mempelajari semua peradaban terbesar dalam sejarah dunia, dari jaman keemasan Yunani-Romawi, Cina, peradaban Islam abad 8-13, dan Renaisans Eropa, mungkinkah kita bisa menciptakan, Peradaban Besar Baru ?

3. Seandainya kita gabungkan semua keunggulan mereka, keunggulan dari semua bangsa terunggul itu, mungkinkah kita menciptakan sebuah bangsa yang bahkan jauh lebih unggul lagi ?
A Super Superpower, A Super Civilization ?


Bagaimana caranya ?


Baca juga : "The Superpowers I"


Mempelajari semua peradaban dari semua aspeknya memerlukan waktu panjang. Dari jumlah peradabannya, sejarah masing-masing peradabannya, aspek hidupnya dari sosial, ekonomi, politik, kepemimpinan sampai tingkat kemajuan sains dan teknologinya. Lalu ada juga pandangan-pandangan berbeda dari tiap pemikir.

Tapi, ini satu cara menyenangkan untuk memulainya. Kapan peradaban itu mulai bangkit ? Apa penyebabnya, siapa "pendorongnya", dan apa yang dilakukannya. Anda bisa memulainya dari sini, Renaissance.

Imperium III dibuat lebih dari 10 tahun. Tapi anda bisa membacanya dalam waktu 30 hari.


Sunday, August 12, 2007

Rahasia Keunggulan Para Tokoh Besar




"If I have been able to see further, it was only because I stood, on the shoulders of Giants."
Isaac Newton


Semua tokoh–tokoh terbesar dunia adalah para penyerap ilmu pengetahuan besar. Mereka mendapatkan pengetahuan besarnya, terutama dari membaca. Mereka adalah kutu buku kelas berat.

Harun al-Rasyid (dari Masa Keemasan Peradaban Islam, Zaman 1001 Malam) adalah penggemar karya-karya Plato dan Aristoteles.

Napoleon adalah pembaca kelas berat. Dia membaca tentang Alexander the Great, Julius Caesar (juga "Perang Galia"), Plutarch, Homer, Plato, Rousseau, berbagai buku tentang kemiliteran, sejarah, pemerintahan, geografi, bahkan membaca Al-Qur’an semasa ekspedisinya ke Mesir.

Isaac Newton sejak muda membaca karya para tokoh–tokoh besar masa lalu, "The Giants", Euclid, Kopernicus, Galileo, Descartes dan banyak lainnya.

Hitler adalah pembaca buku–buku militer, buku sejarah kebesaran Jerman, Bismarck, filosofi Nietzsche, dan banyak lainnya. Saat menganggur dipakainya untuk menghabisi buku–buku di perpustakaan di Wina, Austria.

Einstein suka bolos sekolah untuk bisa membaca lebih banyak.

John F. Kennedy tidak hanya pembaca buku. Ia menulis buku "Profiles in Courage" yang meraih penghargaan tertinggi Pulitzer tahun 1957.

Bill Gates (pendiri Microsoft, orang terkaya di dunia) menghabisi seluruh buku komputer di perpustakaan sekolahnya hanya dalam waktu beberapa minggu.

Alexander The Great kemanapun pergi selalu membawa buku cerita kepahlawanan pahlawan besar Achilles berjudul "Iliad " karangan Homer.

Mukjizat terakhir yang diberikan Allah kepada Nabi Muhammad Saw. adalah sebuah buku.

Bagaimana Dengan Tokoh-tokoh Besar Indonesia?

Sukarno sejak remaja (di hbs/SMU) sudah senang membaca buku-buku filsafat Voltaire dan Rousseau, tokoh-tokoh Marx, Karl Kautsky, dan Lenin, juga para bapak bangsa Amerika, Washington, Jefferson, dan Lincoln. Ada juga Ernest Renan dan H.G Wells. Sukarno juga belajar berpidato selain dari Tjokroaminoto juga dari membaca buku seperti dari Adler dan Jean Léon Jaurès (1859-1914), pemimpin sosialis Prancis. (Siapakah tokoh-tokoh yang begitu dikagumi Sukarno ini? lihat Wikipedia.org)
("selama masa hbs ia (Sukarno) bagaikan busa yang mengisap semua informasi intelektual yang bisa ia peroleh. 'Buku menjadi teman saya,' ceritanya." Kutipan dari Soekarno, Biografi 1901-1950, Lambert Giebels).

Mohammad Hatta memiliki perpustakaan besar, sangat besar. Jumlah bukunya? 30.000 buah. Ia sudah sangat gemar membaca sejak kecil. Semua Bapak bangsa Indonesia sejak sekolah menengah (Hbs) menguasai 4 bahasa sekaligus, Belanda, Prancis, Inggris, Jerman. Ini berarti mereka juga mempunyai kemampuan menyerap pengetahuan, dari 4 bahasa dunia sekaligus. Keunggulan mereka, daya belajar mereka, pengetahuan mereka yang unggul.. (cukup jelas kan kenapa mereka dulu bisa mengalahkan Belanda?)

Jika para tokoh bangsa Indonesia itu menyerap semua pengetahuan dunia seperti itu, bagaimana mungkin mereka tidak menjadi sejajar dengan para tokoh besar dunia?
Jika nanti Ratusan Juta Manusia Indonesia menyerap pengetahuan dari semua manusia-manusia terbesar dunia, bukankah ratusan juta manusia itu juga akan menjadi manusia-manusia yang unggul di dunia?
(Ratusan juta manusia yang akan menyerap semuanya, dari Nabi Muhammad, Napoleon, sampai Kennedy. Dari Leonardo da Vinci, Newton, sampai Einstein. Dari Adam Smith, Rockefeller, sampai Bill Gates. Buku. Membaca). Dan pastikan anak anda senang membaca, dia mungkin juga akan jadi orang besar.

Great Input = Great Mind.

(sinetron input = sinetron mind. Ratusan juta orang nonton sinetron = sinetron nation = dark ages..).

Read. Learn.

Monday, July 23, 2007

THE SUPERPOWERS I


Bangsa-Bangsa Terunggul di Dunia.

13–24 November 2006. Televisi pusat China CCTV menayangkan program dokumenter 12 episode berjudul "The Rise of the Great Powers." Program ini membahas 9 bangsa terkuat dalam sejarah dunia:
1. Portugis
2. Spanyol
3. Belanda
4. Inggris
5. Prancis
6. Jerman
7. Jepang
8. Rusia
9. Amerika.
Ini adalah hasil penelitian ekstensif ahli-ahli sejarah utama Cina, disertai rangkuman pendapat para intelektual dunia, dari Paul Kennedy (penulis buku terkenal "The Rise and Fall of the Great Powers"), sampai Joseph E. Stiglitz, salahsatu pemenang Nobel ekonomi. Penelitian besar-besaran ini bertujuan untuk menemukan jawaban atas satu hal, bagaimana cara agar sebuah bangsa bisa menjadi bangsa terunggul di dunia.

Kenapa masih ada saja bangsa-bangsa yang tertinggal dan miskin sementara kita semua bisa belajar dari bangsa-bangsa lain? Bahkan dari bangsa-bangsa terunggul dalam sejarah umat manusia? para Superpowers?
Apa itu bangsa Superpower? Siapa saja mereka? Bagaimana cara mereka bisa menjadi Superpower? Bagaimana sejarahnya? Kapan awal kebangkitannya? Siapakah pemimpin-pemimpin terbesarnya? Apa tantangan-tantangan terbesar yang harus mereka hadapi, dan bagaimana mereka mengatasinya? Apa yang dilakukan para pemimpinnya? Faktor-faktor apa yang dianggap paling signifikan dalam mendorong kemajuan mereka?
Apa inti kehebatan mereka?

Beberapa referensi penting:
Michael Porter, "Competitive Advantage of Nations", 1990.
Robert C. Christopher, "The Japaneses Mind, The Goliath Explained", 1983.
Frank Gibney, "Japan: the Fragile Superpower", 1996.
Toffler, Alvin and Heidy, "Revolutionary Wealth", 2006
HG Wells, "Outline of History", 1931.
Friedman, "The World is Flat" (untuk trend terbaru abad 21), 2006, dan
Sachs, "The End of Poverty" (terutama kebangkitan Cina dan India).
Paul Kennedy, "The Rise and Fall of Great Powers".
T Harry Williams, Richard N. Current, Frank Freidel, "A History of the United States (Since 1785)".
Imperium III.

Sunday, July 8, 2007

Ide Orang-orang Besar Dunia Tentang Ilmu, Pembelajaran, dan Peradaban



"Carilah ilmu sampai ke negeri Cina"
Nabi Muhammad Saw. (570-632)

"Jika ingin kemakmuran 1 tahun, tumbuhkanlah benih.
Jika ingin kemakmuran 10 tahun, tumbuhkanlah pohon.
Jika ingin kemakmuran 100 tahun, tumbuhkanlah (didiklah) manusia."
Konfusius ( 551 SM-479 SM ), Cina.

"Yang memungkinkan penguasa yang bijak serta jenderal yang baik untuk menyerang dan menguasai serta mencapai semua hal di luar kemampuan orang biasa,
adalah mengetahui lebih banyak."
Sun Tzu (abad 6 SM), The Art of War.

"Knowledge is Power."
Francis Bacon (1561-1626), Inggris.

"The difference between the most dissimilar characters, between a philosopher and a common street porter, for example, seems to arise not so much from nature,
as from habit, custom, and education."
Adam Smith, "The Wealth of Nations", Buku I, Bab 2

"Jika sebuah bangsa terbelakang ilmunya, tapi memimpikan kebebasan,maka ia mengharapkan apa yang tidak pernah ada,dan tidak akan pernah ada."
Thomas Jefferson (1743-1826), Amerika

"Pengetahuan akan dicari ke seluruh penjuru dunia dan dasar-dasar
kekuasaan kekaisaran akan diperkuat."
Meiji Charter Oath (1868), Meiji, Jepang.

"In its broad sense, civilization means not only comfort in daily necessities but also the refining of knowledge and the cultivation of virtue so as to elevate human life to a higher plane. [...] [Thus] it refers to the attainment of both material well-being and the elevation of the human spirit, [but] since what produces man’s well-being and refinement is knowledge and virtue, civilization ultimately means the progress of man’s knowledge and virtue"
Yukichi Fukuzawa, salahsatu tokoh terpenting dalam Restorasi Meiji
yang membangkitkan Jepang.

"Human history becomes more and more a race,
between education, and catastrophe"
H. G. Wells, 'Outline of History'

"An organization’s ability to learn, and translate that learning into action rapidly,
is the ultimate competitive advantage."
Jack Welch, The Manager of the Century,(1935- ), Amerika.

"Pendidikan, sekali lagi pendidikan oleh Kartini dianggap paling penting sebagai
jalan keluar dari semua masalah dan kesengsaraan bangsa. Kartini menyadari Belanda memang sengaja menelantarkan pendidikan rakyat agar rakyat tetap mau menggarap sawah dan tetap mau bilang ‘nun inggih’ pada setiap perintah yang diberikan kepadanya. Pemerintah Hindia Belanda hanya bertindak sesuai dengan watak setiap kolonialis, yaitu membiarkan rakyat jajahannya berdegenerasi menjadi bodoh dan melarat supaya bisa dijajah selama-lamanya. Lebih baik jangan dibuat pandai!
Bangsa yang bodoh dan melarat dapat lebih mudah dikuasai daripada bangsa yang terdidik dan berpengetahuan tinggi."
R.A Kartini,
dikutip dari karya Sitisoemandari Soeroto, "Kartini Sebuah Biografi"

"… maka rakyat kami (oleh kaum imperialis) dibikin rakyat yang ‘hidup kecil’ dan ‘nrima’, rendah pengetahuannya, lembek kemauannya, sedikit nafsu-nafsunya, padam kegagahannya, rakyat ‘kambing’ yang bodoh dan mati energinya.Kami, kaum PNI, kami mencoba memberantas penyakit ini dengan mengadakan lebih banyak pendidikan rakyat, menyokong sekolah-sekolah rakyat, mengurangi buta huruf di kalangan rakyat. Kami mencoba membangkit-bangkitkan dan membesar-besarkan kemauan rakyat akan nasib yang lebih memper-nasib manusia, menyalakan lebih banyak nafsu-nafsu di dalam kalbu rakyat. Kami berusaha menghidup-hidupkan lagi kegagahan rakyat, tenaga kemauan rakyat, energi rakyat sebagai sediakala, -rakyat yang kini ‘sudah mati kutunya itu’ …Energi rakyat inilah salah satu urat saraf pembentukan kekuasaan kami, -salah satu urat saraf penolak daya imperialisme, tetapi terutama sekali ialah urat saraf pendorong rakyat ke depan."
Sukarno, Bapak Bangsa Indonesia
"Indonesia Menggugat", Kontra Kemunduran, yakni Kontra Dekadensi Akal Budi.