Sunday, July 1, 2012
VISI EKONOMI AMERIKA : Pidato Obama Tentang Ekonomi
Saturday, June 13, 2009
Kecemerlangan Ekonomi Amerika Pada Masa Bill Clinton

Amerika, yang sekarang
ekonominya nyaris ambruk, ternyata pernah mengalami masa kemakmuran ekonomi yang begitu spektakuler. Inilah salahsatu puncak kemakmuran ekonomi Amerika sepanjang sejarahnya, dan terjadi dalam waktu yang cukup panjang, dari 1992-2000. Inilah masa pemerintahan Presiden Bill Clinton.
Apa yang terjadi?
Mempelajari ekonomi Amerika masa Clinton adalah mempelajari bagaimana sebuah bangsa Superpower nomor 1 di dunia mengelola ekonominya, di masa puncak kejayaannya.
Di masa Clinton, surplus anggaran Amerika mencapai rekor tertinggi US$ 237 Milyar, lapangan kerja baru yang berhasil diciptakan mencapai 22,5 juta, juga rekor tertinggi dalam sejarah Amerika. Ekonomi tumbuh rata-rata 4% per tahun, secara signifikan lebih tinggi dari masa pemerintahan Reagan dan George (H.W) Bush sebelumnya yang hanya 2,8%. Pengangguran mencapai rekor terendah (4%) dan orang miskin berkurang dari 15,1% menjadi 11,8%, juga rekor terbaik sepanjang 30 tahun. Ratusan juta orang Amerika hidup dalam kemakmuran.
Inilah strategi besar pemerintahan Bill Clinton :
1. Menciptakan dan memperkuat disiplin fiskal.
Clinton menghapus defisit anggaran dan menciptakan surplus, menjaga tingkat bunga rendah, dan mendorong investasi swasta.
2. Berinvestasi pada kualitas manusia.
Clinton mendorong penciptaan sistem pendidikan berkualitas tinggi, pelatihan industrial dan manajemen, pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dan mendorong lebih banyak upaya-upaya riset.
3. Membuka pasar luar negeri dan mendorong globalisasi.
Ini juga menjadi highlight dari masa Clinton. Dia berupaya untuk mendorong pasar bebas dan menurunkan tarif perdagangan antar negara. Selama masa pemerintahannya Clinton berhasil mendapatkan 300 Perjanjian Perdagangan dengan negara-negara lain, termasuk perjanjian dagang yang bersejarah dengan China.

Clinton menaikkan pajak untuk orang-orang kaya Amerika. Ini tentu sangat berisiko karena mereka secara politis bisa sangat penting, tapi Bill Clinton berani melakukannya. Inflasi juga dijaga tetap rendah dengan kebijakan moneter sehingga ekonomi berjalan baik dan normal.
Pajak usaha juga dipotong, capital gain tax cut, sehingga usaha justru makin banyak dan berkembang, dan pendapatan pemerintah pun justru meningkat seiring berkembangnya ekonomi. Berbagai deregulasi juga dilakukan, dan meningkatnya tingkat persaingan mendorong ekonomi untuk menjadi makin efisien dan dan berkembang. Kemajuan ekonomi juga membuat tingkat kejahatan, crime rate, semasa presiden Clinton berkurang secara signifikan.
Dalam bidang pendidikan, Clinton seringkali harus berjuang keras melawan kongres untuk meningkatkan anggaran, terutama setelah kubu Republik menguasai Kongres tahun 1994 (Clinton dari Demokrat). Tapi untuk peningkatan pendidikan, pemerintahan Clinton dan Kongres selalu bisa berkompromi.
Tapi, ini tidak semudah yang kita bayangkan, "berikan anggaran pendidikan 20%". Peningkatan anggaran pendidikan secara signifikan, adalah berarti pengurangan pada anggaran lain, secara signifikan. Intinya adalah seberapa tajam dan strategis visi anda pada pendidikan, dan bagaimana mengatur anggaran lainnya agar lebih efisien.
Ini adalah point-point utama dari masa pemerintahan Clinton dalam bidang ekonomi. Untuk detailnya silakan pelajari lebih lanjut.
Bill Clinton Presidency, Economy, Wikipedia
Bill Clinton Boom, George W. Bush Gloom, Media Research Center
What's Been the Secret of America's Economic Success?, USNews
Clinton Confidential, The best-kept secret of the Clinton years is economic. Richard B. McKenzie
The 2003 Tax Cut on Capital Gains Entirely Paid for Itself, Donald
Taking the Voodoo Out of Tax Cuts, Brian S. Wesbury
Friday, February 13, 2009
Kemajuan Ekonomi Korea : HYUNDAI GENESIS
Kemajuan Ekonomi Korea, Hyundai Genesis"2009 North American Car of the Year"
"The Genesis offers the ambiance of a Mercedes, the smooth,
quiet ride of a Lexus, and the back seat space of a BMW 7-series,
all for the price of an Audi A4. Stop reading. Go buy one!".
About.com - Cars
Siapa disini
yang pernah mendengar mobil merek "Hyundai"?
Tapi itu dulu. Dan baru-baru ini, di awal 2009 ini terjadi kejutan yang luar biasa. Mobil Hyundai terbaru, Hyundai Genesis, berhasil memenangi penghargaan otomotif paling bergengsi Amerika, "2009 North American Car of the Year".

Penghargaan ini sebelumnya tentu hanya bisa dimenangi oleh mobil-mobil terbaik dari produsen-produsen papan atas otomotif dunia, Toyota, Honda, Ford, atau BMW. Para juri yang menilai juga adalah para kritikus dan media yang paling dihormati di bidangnya.
Begitu ketatnya penjuriannya, bahkan mobil mewah sekelas Toyota Camry pun hanya berhasil meraih runner-up di tahun 2007. Tapi tahun ini, mereka semua dikalahkan, oleh Hyundai!
Penilaian didasarkan pada tenaga, fitur istimewa, kenyamanan berkendara, dan efisiensi bahan bakar. Hyundai Genesis dinilai unggul dalam bidang itu semua, mengalahkan mobil-mobil lainnya. Ini sekali lagi adalah sebuah lompatan besar baru dari kedahsyatan industri Korea.
Korea, Anyong Haseyooo!!
MSN.COM, "Hyundai Genesis Named 2009 Cars.com New Car of the Year"
Thursday, May 15, 2008
Pendidikan Indonesia Vs India, Ambisi India Menjadi Superpower
Ekonomi India Berpotensi Terkuat di Dunia
Kompas, Selasa, 29 Desember 2009 05:21 WIB
Abun Sanda
Catatan Ekonomi India, negara kedua terbesar penduduknya di dunia, kini tampil sebagai raksasa baru ekonomi sejagat. Tahun 2009, ketika perekonomian negara-negara industri terjerembab, India justru menjadi negara kedua tertinggi pertumbuhan ekonominya setelah China.
Ekonomi India mampu tumbuh lebih dari 6 persen, sedikit lebih tinggi dibandingkan dengan Indonesia yang tumbuh 4,4 persen. Hal yang mengejutkan, dengan produk domestik bruto yang masih 1,3 triliun dollar AS (nomor 12 di dunia, bandingkan dengan Amerika Serikat sebesar 14,8 triliun dollar AS), India sudah berani mencanangkan menjadi negara dengan kekuatan ekonomi terbesar di dunia tahun 2025.
Ambisi ini tentu bukan main-main, sebab dengan demikian 15 tahun mendatang India akan menggusur raksasa ekonomi dunia selama lebih dari 10 abad, Amerika Serikat. Ia juga akan meloncati China, negara yang mampu secara konsisten meraih pertumbuhan ekonomi di atas 10 persen. China bahkan sebentar lagi menggeser Jepang sebagai negara kedua terbesar skala ekonominya di dunia. India akan menggeser pula Jepang, Jerman, dan Inggris, yang demikian besar skala ekonominya. Ambisi India tentu sah-sah saja sepanjang dilakukan dengan penahapan yang sangat teratur dan kerja keras.
Apakah negara-negara raksasa ekonomi dunia terkejut dengan tekad India? Sampai hari ini tidak ada satu negara pun bereaksi atas tekad besar itu. Tidak ada yang memuji, tiada pula yang mencemooh. Tetapi, kira-kira dunia bisa membaca bahwa tidaklah terlampau gampang untuk memenuhi ambisi itu.
Dunia bisa becermin pada China yang meraih kinerja gilang-gemilang. Sejak ”bapak pembaru ekonomi China” Deng Xiaoping mencanangkan satu negara dua sistem pada tahun 1978, negeri tirai bambu itu selalu meraih prestasi menakjubkan. Ekonominya senantiasa gemerlap, dan berkilau-kilau.
Bayangkan saja, AS hanya mampu tumbuh 3 persen, tetapi China mampu tumbuh 13 persen sampai 18 persen. Dengan pergerakan sebesar itu, dan konsisten selama 30 tahun, China hanya mampu bertengger di urutan ketiga dunia, di bawah AS dan Jepang.
Penduduk miskin
Bagaimana dengan India yang kini masih sibuk mengurus 60 persen penduduknya yang miskin dan di bawah garis kemiskinan? Dengan angka 60 persen, berarti ada 720 juta rakyatnya yang hidup di bawah kriteria pas-pasan. Apa mudah mengangkat mereka dari jurang dalam? Jika India hendak menjadi raksasa ekonomi 15 tahun mendatang, itu berarti negara itu harus meraih pertumbuhan ekonomi 30 persen per tahun.
Cermin lain dapat diperoleh dari Jerman. Negara dengan kekuatan ekonomi keempat setelah AS, Jepang, dan China ini mampu menjadi kekuatan yang diperhitungkan karena dikenal sebagai bangsa yang cerdas, terampil, berwawasan global, menguasai semua teknologi tinggi, dan warganya mempunyai kebanggaan khas Jerman.
Apa yang tidak bisa dilakukan Jerman? Mobil terbaik dunia dari Jerman. Mesin perang, obat-obatan, barang-barang berkualitas yang merajai pasar dunia juga buatan Jerman. Padahal, negara ini pernah hancur akibat perang. Jerman bisa bangkit dari keping-keping yang tercabik. Dan 15 tahun setelah Perang Dunia II, Jerman sudah menjadi kekuatan ekonomi dunia yang sangat dominan.
Akan tetapi, Jerman tidak bisa disamakan dengan India. Jerman sudah hebat sebagai sebuah negara ketika fisik negaranya hancur, dan tatkala reputasinya sebagai bangsa runtuh. Karena sebelumnya mereka sudah digdaya, sumber daya manusianya kelas satu, infrastrukturnya keren, dengan mudah mereka mengubah keadaan. Menjadi bangsa sangat terpandang di dunia. Apa yang dilakukan Jerman juga dilakukan negara yang kalah perang pada Perang Dunia II, Jepang. Masalahnya, apakah India mampu mengikuti jejak China, Jerman, dan Jepang? Potensinya tentu banyak, tetapi apa yang diandalkan India?
Negeri yang pernah melahirkan orang hebat seperti Mahatma Gandhi dan Rabindranath Tagore ini bukan negara dengan sumber daya ekonomi luar biasa. India bukan Arab Saudi yang sangat kaya ladang minyak. Menggali tanah sedalam satu meter saja, minyak bumi sudah muncrat keluar.
India pun bukan AS yang mempunyai apa saja: minyak bumi, batu bara, besi, uranium, emas, perak, lahan subur, sumber daya manusia yang sangat berkualitas, pasar domestik yang dahsyat, dan sebagainya. Pun, India bukan Spanyol, bukan Italia, bukan Yunani, bukan Mesir, bukan China, bukan pula Jepang, bukan juga Rusia yang mempunyai amat banyak peninggalan berusia ribuan tahun.
Peninggalan-peninggalan sejarah itu menjadi surga turis. India pun memiliki banyak peninggalan sejarah, tetapi yang populer tidak banyak, di antaranya yang baru berusia empat abad Taj Mahal, Chowmahalla Palace, masjid-masjid bersejarah di Hyderabad, dan Basilika St Thomas di Chennai. India juga tidak memiliki hutan yang luas sebagaimana Brasil, Kongo, Indonesia, dan negara-negara Skandinavia. India tidak memiliki areal pertanian amat luas seperti AS karena penduduknya terlampau banyak. Ekspansi manusia atas lahan subur sangat deras. India tidak memiliki banyak danau sebagaimana Swiss dan Finlandia.
Di luar aspek ini terdapat satu stereotip untuk segelintir orang India, yakni mereka merasa senang jika bisa ngerjain dan atau memperdaya orang. Entah bakat ini datang dari mana, tetapi kebiasaan segelintir orang India yang suka berbohong dan tidak tepat waktu ini yang membuat warga dunia acap tidak nyaman.
Pendidikan murah
India boleh menawan dan mempunyai banyak peninggalan kelas dunia, tetapi kalau tabiat tersebut masih melekat, tidak banyak warga dunia suka datang.
Kembali ke pertanyaan awal, apa yang dimiliki India untuk memenuhi ambisinya? Ada beberapa aspek yang sangat potensial. Pertama, dunia percaya bahwa India mempunyai sumber daya manusia kelas satu. Di negeri penuh manusia ini (bayangkan saja Mumbai dan Kolkata dihuni masing-masing 30 juta penduduk, New Delhi 18 juta, atau sama dengan seluruh penduduk benua Australia), sekolah demikian mudah dan murah.
Untuk sekolah S-1, Anda hanya butuh uang kuliah tidak sampai Rp 2 juta. Untuk S-2 tidak sampai Rp 4 juta, dan untuk S-3 tidak sampai Rp 6 juta. Semua biaya pendidikan itu dari tahun pertama kuliah sampai selesai. Coba, di negara mana dapat menemukan biaya sekolah semurah itu? Dan jangan keliru, meski biayanya murah meriah, mutu sekolah di India sangat tinggi.
Dengan kualitas sebagus itu, India mudah melambungkan cita-cita. Kapal perang mutakhir, kapal penumpang, dan pesawat terbang dengan mudah mereka buat. Sepeda motor, mobil, truk sampai kereta api dengan sekejap dapat dibuat. Begitu pula membuat mesin-mesin presisi, traktor, komputer, jam tangan, dan sebagainya.
Begitu hebatnya kemampuan putra-putri India ini sehingga pernah suatu ketika, 90 persen barang kebutuhan warga India adalah buatan domestik. Bahkan, China yang demikian perkasa dengan produk dalam negeri tidak secemerlang India.
Kedua, India berjalan di barisan terdepan untuk teknologi presisi dan teknologi tinggi. Dunia sangat mengakui kemampuan India ini sehingga putra-putri India merajalela di dunia sebagai ahli-ahli teknologi tinggi yang sangat berkelas.
Negara-negara Eropa, Asia, dan Amerika memanfaatkan kemampuan India ini untuk menopang negeri mereka. Tanpa kehadiran para ahli India, akselerasi pekerjaan yang membutuhkan pengetahuan dan keahlian tinggi kurang terasa. Kemampuan sumber daya manusia yang sangat tinggi ini buah dari sekolah yang sangat bermutu dan luar biasa murahnya.
Ketiga, warga India dan pemerintahnya yang bersemangat sosialis sangat sederhana. Bayangkan, kini terdapat 10 orang India yang masuk dalam daftar 50 warga terkaya dunia.
Akan tetapi, lihatlah pemandangan kontradiktif di India sendiri. Tidak tercium aroma dan sinar kemewahan di sana. Mobil yang berseliweran di jalan umumnya mobil sederhana. Ada, misalnya, mobil Ambassador Classic yang harganya antara Rp 80 juta sampai Rp 105 juta. Dan hebatnya, inilah mobil yang digunakan para menteri di India.
Perdana Menteri Manmohan Singh juga menggunakan Ambassador, mobil sederhana mirip Fiat dan Impala tahun 1950-an dan 1960-an di Indonesia. Mobil nyaman sekelas Mercy, Lexus, dan BMW sesekali tampak di jalan raya, tetapi sungguh bisa dihitung dengan jari. Mobil-mobil luks seperti limo dan Rolls Royce baru keluar dari kandangnya kalau ada tamu negara sahabat berkunjung. Uniknya, mobil mewah itu dinaiki para tamu negara, sementara pejabat India tetap naik mobil Ambassador itu.
Hidup Sederhana
Orang India, seperti diutarakan CEO Times of India Ravi Dhariwal, adalah orang-orang yang sangat sederhana dan melihat keperluan manusia berdasarkan fungsi. Orang India selalu tampil sederhana, tidak berlebihan. Atau, seperti diutarakan James Vennkatesh, seorang usahawan menengah di Chennai, pakaian kita ketahui untuk menutupi sebagian besar tubuh. Nah, kalau bisa membeli kemeja dengan harga Rp 50.000, dan ternyata bagus-bagus saja, untuk apa mesti membeli satu potong kemeja seharga Rp 50 juta?
Contoh lain, kalau bisa beli sepatu kuat, gagah, tidak memalukan dipakai, dan harganya hanya Rp 100.000, untuk apa pasang aksi dengan membeli sepatu seharga Rp 12 juta? Atau arloji, kalau ada arloji sangat bagus, tidak perlu diputar tiap menit, tetapi harganya hanya Rp 75.000, lalu untuk apa mesti membeli arloji seharga Rp 300 juta?
Keempat, warga India adalah tipe pekerja keras dan tahan derita, mirip karakter orang-orang China daratan. Dengan kelebihan ini, mereka bisa merintis usaha menjadi bangsa sangat terkemuka di dunia. Namun, apakah dalam tempo 15 tahun India sudah bisa melejit menjadi negara dengan kekuatan ekonomi nomor satu atau sebutlah nomor dua di dunia? Rasanya masih sulit. Meski demikian, janganlah kita meremehkan India. Biarlah waktu yang menjawabnya.
Thursday, May 1, 2008
KEMAJUAN EKONOMI KOREA SELATAN
Kiri : LCD Samsung, high-definition television.
Kanan : LG ”Prada”.
Dalam waktu tidak terlalu lama,
Anyong haseyo? (Halo!)
1950. KOREA SELATAN adalah salahsatu negara termiskin di dunia. Sama miskinnya dengan negara-negara termiskin di Afrika dan Asia. Di tahun 1960-an, bahkan Korea Utara masih lebih baik keadaannya dari Korsel. Ekonominya hanya bersandar pada pertanian, belum lagi sempat hancur gara-gara pendudukan Jepang dan Perang Korea. Tapi itu dulu.
Dalam 4 dekade, Korea Selatan berubah cepat dari negara termiskin, menjadi salahsatu Negara paling kaya dan tercanggih di dunia dengan nilai ekonomi Trilyunan dollar.
Tahun 1963, GDP perkapitanya cuma $100. Tahun 1995 sudah $10.000. 2007 kemarin, $25.000. Goldman Sachs meramalkan Korea tahun 2050 nanti akan jadi negara terkaya nomor 2 di dunia, mengalahkan semua bangsa lainnya kecuali Amerika dengan pendapatan perkapita $81.000. Korea, juga tercatat sebagai bangsa dengan kecepatan pertumbuhan ekonomi tercepat sepanjang sejarah. (Buat bangsa yang ingin cepat maju, silakan belajar).
Produk-produk elektronik Korea, Samsung dan LG, telah menguasai dunia. Dari ponsel canggih, televisi plasma, LCD, sampai semikonduktor. LG sendiri sekarang adalah perusahaan pembuat panel plasma terbesar di dunia. Samsung, adalah konglomerat terbesar di dunia, yang hanya kalah oleh General Electric.
Industri pembuatan kapal Korea, Hyundai dan Samsung Heavy Industries, adalah yang terbesar di dunia dan mengalahkan Jepang tahun 2004. Hyundai, juga menjadi perusahaan otomotif ke 5 terbesar di dunia.
Korea juga telah jadi negara termaju di dunia dalam hal infrastruktur teknologi. Sejak tahun 2000, seluruh masyarakat Korea telah menikmati jaringan internet 100 Mbit/detik, siaran televisi interaktif high-definition, teknologi komunikasi 4G.
Awalnya biasa saja.
Sejak awal, strategi besar Korea adalah export oriented. Mereka harus mempersiapkan diri dan berjuang untuk merebut pasar dunia! Ini akibat dari keadaan yang sama seperti Jepang, sumberdaya alam yang sangat terbatas dan pasar dalam negeri yang kecil. Export Oriented! Berjuang keras sejak dini untuk merebut pasar dunia.
Pemerintah memberikan dukungan yang kuat untuk dunia usaha. Infrastruktur, modal yang murah, pajak rendah untuk industri unggulan, dan, sumberdaya manusia berkualitas tinggi. Birokrasi dibuat super efisien dan berkualitas tinggi. Para birokrat dididik dengan proses belajar dan disiplin kelas dunia. Hanya yang terbaik yang ada dalam birokrasi. Yang tidak efisien, langsung dipotong. Tidak ada waktu untuk birokrasi korup.
Para konglomeratnya, Hyundai, Samsung, dan LG juga adalah pejuang yang sangat nasionalis. Mereka pada dasarnya akan berjuang mati-matian menembus pasar dunia demi kemajuan bangsa Korea. Dengan, atau tanpa bantuan dari pemerintah.
Para pemimpin Korea juga punya visi yang sangat maju dalam penyerapan dan pengembangan teknologi. Inilah kunci dari semua bangsa-bangsa termaju. Tahun 1959, pemerintah Korea sudah mendirikan Korean Atomic Energy Commision. Pertengahan tahun 1960, Kementerian Sains dan Teknologi dibentuk. Lalu Korea Institute of Science and Technology yang dibentuk untuk riset industrial.
Dan setelah itu, proses pembelajaran sains dan teknologi dilakukan secara besar-besaran. Para ilmuwan asing dan segala macam teknologi terbaru dari Barat diserap habis-habisan. Persis seperti Jepang. Riset dan penelitian digalakkan, orang-orang serta badan-badan riset yang unggul diberi dana yang sangat besar oleh pemerintah. Industri-industri dengan potensi pasar masa depan yang besar dianalisis dan dikejar habis-habisan, baik oleh pemerintahnya maupun swasta.
Industri-industri utama Korea Selatan sekarang adalah otomotif, semikonduktor, elektronik, pembuatan kapal, dan baja. Korea juga dengan intens mengembangkan industri-industri strategis masa depan, seperti Nanoteknologi, Bioteknologi, Teknologi Informasi, Robotika, dan teknologi ruang angkasa.
Korea mempunyai robot humanoid ke 2 di dunia, HUBO, robot berkepala Einstein. (Robot humanoid pertama dunia adalah Asimo dari Jepang). Korea juga berambisi menjadi "World's Number 1 Robotics Nation”, bangsa pengguna robot terbesar dunia, 2025 nanti.
"THE KOREAN BIG SECRET!"
Dan bagaimana cara agar bangsa Korea punya kemampuan yang tinggi untuk menyerap sains dan teknologi ? Kuncinya adalah ....
Pembangunan manusia-manusia unggul!
Manusia-manusia unggul yang punya kemampuan tinggi dalam menyerap ilmu dan teknologi. Pembangunan manusia-manusia unggul, lewat pendidikan unggul. Pendidikan terbaik di dunia.
Sejak lama, pemerintah telah berjuang agar anak-anak Korea memiliki nilai matematika dan sains yang tinggi. Tidak dalam ukuran Korea sendiri, tapi dalam skala global. Jadi sistem pendidikan terbaik di dunia harus dibentuk.
Ahli-ahli pendidikan terbaik di dunia, pakar-pakar sains dan teknologi termaju didatangkan untuk membentuk sistem pendidikan Korea. Berbagai usaha dilakukan agar universitas-universitas di Korea bisa sejajar, dengan Harvard dan MIT, terutama dalam advanced science dan technology.
Sejak awal 70-an, walaupun sangat berat, pemerintah telah memberikan lebih dari 20% anggarannya untuk mengakselerasikan proses belajar bangsa itu. Untuk menciptakan generasi super cerdas. Anak-anak Korea juga didorong untuk belajar ke kampus-kampus paling terkemuka dunia, Harvard, Princeton, MIT.
Dan Korea telah berhasil. Tingkat IQ Korea secara nasional adalah yang tertinggi di dunia. Dan anak-anak Korea juga memiliki ranking teratas dalam kemampuan matematika, sains, problem solving, dan membaca dalam peringkat OECD, Organisation for Economic Co-operation and Development.
See here, IQ and the Wealth of Nations
Awal tahun 2008, Alia Sabur, gadis Amerika berusia 19 tahun keturunan Iran dinyatakan sebagai Profesor termuda dunia. Ia sekarang mengajar di Universitas Konkuk, Seoul, Korea Selatan.
Dibangun oleh Samsung Engineering & Construction.
Wikipedia, South Korea
Gateway to Korea, Korea.net
Orang-orang muda Korea yang Ngetop di dunia.
Joe Hahn, anggota band Linkin Park. Amerika keturunan Korea.
Joseph Kahn, pembuat video klip paling ngetop di Amerika, menyutradarai video U2 (Elevation), Mariah Carey, Britney Spears, Eminem, Gwen Stefani, dan banyak lagi. Amerika keturunan Korea.
Hee Ah Lee, The four fingered pianist. Gadis yang bisa memainkan piano klasik hanya dengan 4 jarinya.
Hero Ha, populer di Youtube, balita umur 4 tahun yang lancar menyanyi lagu-lagu The Beatles!
Sungha Jung, juga sangat populer di Youtube, anak 11 tahun yang sudah bisa main gitar klasik dan lagu-lagu populer seperti para profesional.
Park Ji-Sung, 27 tahun, pemain di Manchaster United!
Jadi kenapa ?
Kenapa Korea bisa menjadi bangsa yang sangat kaya raya dan paling maju di dunia ?
Friday, March 21, 2008
Michael Porter, Competitive Advantage
Michael Porter on Competitive Advantage.
Perbincangan yang sangat menarik dengan Profesor Porter dari Harvard. Bagaimana sebuah bangsa dan perusahaan bisa memiliki Strategi Persaingan yang paling unggul ?
Monday, March 3, 2008
Bagaimana Jepang Mengalahkan Amerika, INTELIGENSIA STRATEGIS JEPANG
Keajaiban Ekonomi Jepang, Tokyo, Pertokoan mewah Distrik Ginza
“Yang memungkinkan penguasa yang bijak serta jenderal yang baik
untuk menyerang dan menguasai, dan mencapai semua hal
di luar kemampuan orang biasa,
adalah Mengetahui Lebih Banyak.”
Sun Tzu, “The Art of War”
Perang Dunia II telah selesai. Di mana-mana yang terlihat hanya puing-puing dan reruntuhan. Jepang dikuasai SCAP, pasukan pendudukan Sekutu yang dipimpin Jendral Amerika, Douglas McArthur. Ini adalah pertama kalinya tanah Jepang yang suci dikuasai bangsa lain. Pertama kalinya dalam sejarah, mereka harus tunduk kepada bangsa lain. Ekonomi Jepang hancur lebur. Pabrik-pabrik di pusat-pusat industri hanya separuhnya yang masih utuh. Hiroshima dan Nagasaki, rata dengan tanah.
Rakyat juga terancam kelaparan. Mereka tidak punya pekerjaan, tidak punya uang. Pabrik-pabrik tentu perlu waktu untuk dibangun kembali. Mereka juga perlu modal. Jepang pun sama sekali tidak punya kekayaan alam apa pun untuk dijual. Jika ini berlangsung terlalu lama, bangsa Jepang akan benar-benar hancur dan tidak akan mampu bangkit lagi. Namun, mereka menolak menyerah.
Para pemimpin Jepang, pemimpin pemerintah, industrialis, semua bangsa Jepang menolak menyerah. Mereka masih punya tenaga untuk membuat sesuatu, apa pun yang nantinya bisa dijual. Mungkin membuat sandal, payung, menjahit pakaian, atau apa pun. Mereka masih punya tanah untuk ditanami. Mereka masih punya otak, dan semangat untuk belajar.
Namun bangsa Jepang tidak belajar sedikit demi sedikit. Dulu, waktu Restorasi Meiji, mereka mulai dari nol. Mereka hanya punya semangat dan kemauan yang menyala-nyala dan mereka berhasil dengan gemilang. Sekarang, mereka mulai dari nol lagi. Dan, mereka ingin menjadi bangsa Superpower lagi!
Jepang mulai kembali melakukan proses pembelajaran besar-besaran. Tidak hanya di seluruh negeri, ribuan orang, ilmuwan dan industrialis berbondong-bondong ke Amerika dan Eropa untuk merebut segala ilmu pengetahuan dan teknologi terbaru. Ribuan ilmuwan terbaik dari seluruh dunia, pakar teknologi maju, dan ahli-ahli pendidikan, didatangkan ke Jepang.
Banyak yang mereka dapatkan, seperti sistem Total Quality Management, yang tidak berkembang di Amerika karena dianggap terlalu rumit. Teknologi Transistor yang dikembangkan oleh Bell Labs, tapi nantinya malah dipopulerkan oleh radio transistor Sony, milik Akio Morita dan Masaru Ibuka. Begitu juga dengan teknologi mesin Robot. Kehancuran Jepang, malah dimanfaatkan untuk mengganti semua mesin-mesin dengan teknologi yang terbaru, sementara Amerika sendiri malah masih memakai mesin-mesin lama!
Robot industrial pertamakali
dipatenkan oleh George Devol dari Amerika, tapi digunakan dalam skala industrial di dunia oleh Kawasaki Heavy Industries di Jepang
Bangsa Jepang adalah bangsa pembelajar terbaik di dunia. Mereka belajar seperti melakukan ibadah agama, yang dipraktikkan dengan semangat yang nyaris mencapai fanatisme. Mereka belajar dengan penuh semangat karena mereka paham betul kegunaannya. Pengetahuan yang unggul, intelektual, dan moral akan memberikan mereka kemajuan, kebahagiaan, dan Keunggulan. Keunggulan bagi bangsa Jepang.
Semua belajar dengan giat: pemerintah belajar, politisi, industrialis, para pekerja, kaum intelektual, anak-anak, ibu-ibu, semuanya belajar. Di Jepang dikenal istilah Joho shakai, "the information intelligence society", masyarakat cerdas dengan akses yang luas terhadap informasi. Belajar dan mencari ilmu adalah jiwa dari masyarakat Jepang.
Semangat belajar yang tinggi telah terbentuk sejak ratusan tahun. Sejak masuknya Konfusianisme menjadi dasar kepercayaan Jepang. Sejak para elite samurai mulai meninggalkan pedangnya dan mengajar di sekolah-sekolah, dan juga sejak Restorasi Meiji. Konfusianisme menekankan bahwa proses belajar akan memberikan kebahagiaan. Konfusius juga mengajari pengikutnya untuk banyak membaca. Melalui sistem pendidikan yang efektif, nilai-nilai ini tertanam kuat dalam masyarakat Jepang.
Jepang juga membangun sistem pendidikan terbaik di dunia. Nilai anak-anak Jepang dalam berbagai perlombaan sains dan matematika dunia selalu berada di urutan tertinggi. Mereka tidak hanya diajarkan ilmu pengetahuan secara efektif, tetapi juga diperkuat karakternya. Mereka digembleng supaya memiliki disiplin yang tinggi.
NICHOLAS HAIDUCEK, Japanese Education Made in USA.
Di Jepang, dikenal jam belajar tambahan yang dinamakan "Juku". Di negara lain, jam tambahan digunakan untuk membantu anak-anak yang lambat daya tangkapnya. Di Jepang, juku digunakan semua anak untuk merebut ranking tertinggi. Jam tambahan ini bisa berlangsung dari jam 5 sore sampai jam 8, bahkan 9 malam, 3 kali seminggu. Persaingan di sana sangat keras.
Intensitas belajar anak-anak Jepang akan mencapai puncaknya menjelang ujian negara. Di sana, istilahnya cukup menggetarkan, Shiken jigoku, “Neraka Ujian”. Menjelang ujian, (dua - tiga bulan sebelumnya) anak-anak kecil yang umurnya masih 12 - 13 tahun, belajar sampai jauh tengah malam. Seringkali mereka hanya tidur tiga atau empat jam semalam untuk menguasai bahan-bahan ujian. Tidak ada istilah “sistem belajar semalam” di sini.
Para ibu juga sangat aktif mendorong anak-anaknya belajar. Mereka dikenal dengan "Kyoiku Mama", “Ibu Pendidikan”. Mereka akan meneliti kualitas sekolah yang akan dimasuki anak-anaknya. Mereka mempelajari bahan-bahan pelajaran anaknya, dan mendampingi mereka belajar. Setiap ibu sadar, satu-satunya cara mendapatkan hidup yang lebih baik, adalah dengan anaknya sukses di sekolah.
Mereka juga tidak akan ragu mengorbankan karier demi mendidik anak-anak mereka. Atau sebaliknya, mereka akan mengambil pekerjaan tambahan untuk membiayai kursus-kursus tambahan anaknya. Kyoiku Mama, adalah pembentuk paling awal keunggulan Bangsa Jepang.
Jepang juga mempunyai media pendidikan yang didukung penuh dengan dana yang besar dari pemerintah. Jam tayang televisi NHK hampir separuhnya berisi program-program pendidikan terbaik, baik untuk pelajar, petani, maupun manajemen perusahaan. Stasiun televisi lainnya juga diwajibkan untuk memiliki program pendidikan.
Radio juga tidak ketinggalan digunakan menyebarkan berbagai macam ilmu. Sejak tahun 50'-an banyak program-program radio yang juga mengajarkan teknik-teknik manajemen tercanggih, termasuk Total Quality Management yang baru diperkenalkan Dr. Deming. (Sistem ini bahkan baru populer di Amerika tahun 80'an!). Program-program media bermutu tinggi, memungkinkan penyebaran pengetahuan terbaik secara masif, menjangkau jutaan orang sekaligus, dan berbiaya sangat murah.
It is a basic operating principle. Even when it serves no immediate purpose, the Japanese collect information with the compulsiveness of a magpie hoarding brightly colored objects.”
The Japanese Mind - The Goliath Explained

Membaca, adalah kegiatan paling digemari bangsa Jepang. Di rumah, di taman hijau, atau di kereta api orang-orang menyempatkan diri untuk membaca. Mereka membaca apa saja, dari komik hingga analisis industri, teknologi baru, sastra, atau sejarah dunia. Di Tokyo, ada toko buku bernama Taiseido yang tingginya delapan lantai, seluruhnya berisi buku, dan selalu dipenuhi orang layaknya supermarket. Toko-toko buku besar lainnya adalah Kinokuniya dan Maruzen.
Koran-koran besar Jepang, seperti Yomiuri Shimbun, Asahi, dan Mainichi bukan saja memiliki sirkulasi terbesar di dunia, tetapi jauh melampaui koran-koran Amerika. Koran terbesar Amerika, The New York Times beredar 1,5 juta eksemplar sehari. Yomiuri Shimbun memiliki sirkulasi per hari mencapai 14 juta eksemplar! Asahi per hari mencapai 12 juta. Koran-koran ini memberikan informasi yang sangat detail dan up to date dari bisnis, industri, teknologi, politik, dan tentu saja hiburan, jauh melebihi koran mana pun di dunia.
Masyarakat yang cerdas menghasilkan para pengusaha dan pekerja yang cerdas, dalam jumlah jutaan. Belajar juga adalah jiwa dari para pengusaha dan pekerja Jepang. Banyak pakar manajemen bicara tentang "learning organization", "smart corporation", dan sebagainya. Di Jepang, hal ini tidak diperbincangkan lagi karena sudah tertanam dalam jiwa mereka. Sejak era Meiji, pengusaha-pengusaha besar seperti Shibusawa Eichii atau Furukawa Ichibei sudah melakukan proses belajar dalam skala global. Ini diteruskan sampai masa modern sekarang. Akio Morita, Konosuke Matsushita, atau Toyota menyerap ilmu dan teknologi dari Amerika, bahkan lebih hebat dari orang Amerika sendiri.
Karakter para pekerja dan industrialisnya juga telah ditanamkan sejak dini di sekolah-sekolah. Sejak lulus, disiplin telah tertanam kuat. Kemampuan belajar dan menyerap teknologi juga telah ada di diri mereka. Kemampuan matematika yang tinggi, menghasilkan kemampuan problem solving yang juga tinggi. Mereka juga diajarkan nilai-nilai Konfusius untuk mengejar kesuksesan dan produktivitas, tapi tidak terpesona dengan "uang" dan "materi". Jadinya mereka selalu bersemangat meningkatkan kualitas produk dan perusahaan mereka, tapi tidak tergoda untuk menikmati keuntungan cepat. Mereka merasa tidak perlu menjadi serakah, dan lebih suka berinvestasi daripada menghambur-hamburkan uang. Ini berbeda dengan bisnis Amerika yang selalu ingin cepat untung.
Usaha mereka juga makin diperkuat oleh MITI (sekarang METI). Organisasi ini sangat aktif mengumpulkan berbagai data potensi pasar, penemuan teknologi dan paten terbaru di seluruh dunia, menganalisis semua informasi ini, lalu memformulasikan kebijakan yang tajam untuk mendorong dunia usaha, dan memastikan implementasinya di perusahaan-perusahaan Jepang. MITI menjadi organisasi intelijen informasi ekonomi dan bisnis terbaik di dunia. Semua ini menghasilkan keunggulan industri dan ekonomi Jepang secara umum.
A new technology can be fully assimilated only when sufficient capabilities have been developed. Japan was fortunate because when it started the development effort, it already had certain technological capabilities, partly as legacy of indigenous technology and partly as a product of education."
Capabilities by Learning, Innovation, and Public Policy",
HIROYUKI ODAGIRI, AKIRA GOTO.
Jepang adalah sebuah organisasi belajar yang sangat besar, intens, dan sistematis. Jepang telah menunjukkan kecepatannya dalam menyerap dan mengembangkan ilmu dan teknologi. Mereka juga dengan jelas memperlihatkan, bahwa dalam memajukan ekonomi hanya ada satu faktor yang paling berpengaruh, yakni sumber daya manusia berkualitas tinggi. Bahwa negara yang memiliki manusia yang unggul akan dengan mudah mengalahkan negara yang alamnya paling kaya sekalipun.
TIMELINE :
“Ekspor awal mobil Jepang ke Amerika pasca Perang Dunia II benar-benar ‘rangkaian bencana’. Salahsatu mobil Toyota yang diekspor itu tidak bisa menanjak ke ruang pamernya yang ada diatas bukit. Dan walau semua perhitungan ekonomi menyatakan mereka akan gagal, orang-orang Jepang yang keras kepala itu tetap tidak mau menyerah!”
Lihat juga.
Apa itu ? Kaizen, Continuous Improvement, Senjata Rahasia Industri Jepang.
Dr. Deming, orang yang membangkitkan kualitas industri Jepang (dan nyaris menghancurkan ekonomi Amerika)
Japan, Country Studies, Library of Congress
* * *
Thursday, February 21, 2008
Negara Kecil Paling Sukses di Dunia
The Port of Singapore is one of the busiest in the world, surpassing Hong Kong and Shanghai. In addition, Singapore's port infrastructure and skilled workforce, which is due to the success of the country's education policy in producing skilled workers, is also fundamental in this aspect as they provide easier access to markets for both importing and exporting, and also provide the skill(s) needed to refine imports, into exports.Singapura yang Miskin..
(Lanjutan dari Wikipedia)
Unemployment rate ranged between 10–12% and it threatened to create civil unrest. The loss of the access to the Malaysian hinterland market and the lack of natural resources meant that Singapore had no solid traditional sources of income. A large portion of the population lacked formal education, even when this statistic counted Chinese schools which the British did not recognize. Entrepot trade, the main use of Singapore's port and the original reason for Singapore's success in the 19th century, was no longer sufficient to support the large population..
Monday, February 18, 2008
KEMAJUAN EKONOMI CHINA, Tips from the Superpowers Pt. I
Ini adalah beberapa informasi paling kritikal tentang China, dan rahasia besar kemajuannya.
Laporan Howard French, New York Times, 2005
"China's Next Great Leap is To Be the Cleverest Country"
Howard French, New York Times / Sidney Morning Herald Australia, 29 Oktober, 2005. China berambisi menjadikan universitas-universitasnya yang terbaik di dunia, mengungguli MIT dan Harvard di Amerika dalam jangka waktu 1 dekade. 1.
Laporan Joseph Kahn, The New York Times, 2006
"China, Shy Giant, Shows Signs of Shedding Its False Modesty"
Kahn, The New York Times, 9 Desember, 2006. China mulai menunjukkan ambisinya untuk menjadi bangsa terkuat di dunia dengan meneliti secara intensif 9 bangsa terkuat dalam sejarah dunia. 2.3.
"4 Program Modernisasi China : Pertanian, Industri, Sains-Teknologi, Militer.”
Deng Xiaoping, Desember 1978. Program dirancang untuk menjadikan China sebagai kekuatan dunia di awal abad 21. 4.
Jeffrey Sachs, The End of Poverty, 2005
"Since 1978, China has been the world’s most successful economy… The basic reason is that much of the growth is catching up, specifically adopting the technologies of the leading innovative countries."
The End of Poverty, Sachs, 2005
"Saat ini di Cina, Bill Gates adalah Britney Spears. Di Amerika, Britney Spears adalah Britney Spears, dan itulah masalah kita."
Friedman, The World is Flat, 2006. Perbandingan antara anak-anak Cina dengan Amerika.
"Jika ingin kemakmuran 1 tahun, tumbuhkanlah benih.
Jika ingin kemakmuran 10 tahun, tumbuhkanlah pohon.
Jika ingin kemakmuran 100 tahun, tumbuhkanlah (didiklah) manusia".
APA PERSAMAAN antara kebangkitan China dengan kebangkitan raksasa ekonomi Jepang sejak Restorasi Meiji? Coming soon..
Thursday, February 7, 2008
CREATIVE ECONOMY

There will still be hamburger makers in the 21st century, of course, but the POWER, PRESTIGE, and MONEY will flow to the companies with indispensable intellectual property. You can see it already.
At the end of last year, Microsoft Corp., with just 31,000 employees, had a market capitalization of $600 billion. McDonald's Corp., with 10 times as many employees, had one-tenth the market cap.
Or take Yahoo! Inc., a virtual place in a virtual medium, the Internet. Although far below its peak price, Yahoo trades at more than 40 times book value. If USX Corp.'s U.S. Steel Group traded at the same multiple to book as Yahoo, its market capitalization would be nearly $90 billion, instead of less than $2 billion.
Saturday, December 22, 2007
Bill Gates : India bisa menjadi Economic dan Software Superpower

New Delhi, 4, March, 1997 — On the occasion of his first ever visit, Mr Bill Gates, Chairman & CEO of Microsoft Corporation, called on India to harness the power and potential of personal computers to lead the country into the twenty first century. In a series of meetings in New Delhi and Mumbai with business leaders, opinion leaders, educators, personal computer users, media and policy makers, Mr Gates outlined a number of imperatives that will enable India to make the necessary transition to the global networked economy.
"To be a leader in the digital economy of the twenty first century, India must invest in basic infrastructure, education and information technology," said Mr Gates. "These are the tools which will drive the country into the future and make India an economic and software superpower."
"The country's advantages are many. India has an excellent university system. Its computer scientists are among the leaders of companies worldwide. Its technology centres in Bangalore, Pune and other places are well respected," Mr Gates continued. "India has what it takes to participate in, even to shape, the future if it makes the necessary investments now. It must build a national telecommunications infrastructure, develop a robust domestic software industry, provide Internet connectivity for the consumer, and continue to invest in education."
Petikan artikel dari Microsoft.com
Friday, November 23, 2007
Abdul Kalam dan Kebangkitan India 2020

7. Science and Spirituality
- Abdul Kalam dianggap salahsatu presiden terbesar India dan sangat dekat dengan rakyat, The People's President.
- Dia adalah seorang profesor, saintis, dan insinyur. Dia juga adalah seorang presiden India yang paling visioner.
- Abdul Kalam adalah seorang presiden India yang beragama Islam.
- 30 september 2001, helikopter yang ditumpanginya mengalami kecelakaan, walaupun ia cedera serius, ia berhasil selamat. Ketika berada dalam keadaan koma, ia bermimpi berada di sebuah padang pasir yang sangat luas dan ia bertemu 5 tokoh besar dunia, Mahatma Gandhi, Albert Einstein, Kaisar Asoka (Kaisar terbesar India di masa lalu), Abraham Lincoln, dan Khalifah Umar.
- Buku-bukunya terutama "Guiding Souls" dan "Wings of Fire" sangat populer di kalangan remaja di Korea Selatan.
- Tanggal 20 November lalu dia berkunjung ke Jakarta dan berkunjung ke Gandhi Memorial International School di Jakarta. Disana ia bertanya kepada murid-muridnya, "Siapa yang ingin pergi ke Mars?" (Dikutip dari Harian Kompas).
- Ini beberapa pointer pernyataannya : "Anak-anak muda perlu memiliki 3 hal, pengetahuan, kebajikan, dan semangat", "Hanya dengan memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi, persoalan negara bisa terpecahkan", "Pendidikan, adalah jalan terbaik untuk mengatasi kemiskinan, dan membawa negara kita menjadi negara maju."
Untuk lebih lengkapnya, lihat juga di internet, atau Wikipedia.
Monday, November 19, 2007
I GEDE WINASA, Indonesia's Super Leader
Seberapa Cepat Indonesia Bisa Berubah?
Ini salahsatu contoh besar seberapa cepat Indonesia bisa berubah menjadi negara maju. Ini bukan khayalan, bukan impian untuk masa depan, ini riil, sudah terjadi.
Di daerah yang tadinya miskin, terbelakang, minim sumberdaya, dengan kepemimpinan yang kuat bisa berubah cepat menjadi daerah termaju di Indonesia.
Ini beberapa keberhasilannya yang fenomenal :
1. Pendapatan asli daerahnya naik drastis, tahun 2000 cuma 1 milyar, tahun 2006, sudah menjadi 11 Milyar! Kecil kalau dibandingakan banyak daerah lain, tapi pertumbuhannya, begitu fenomenal.
2. Pendidikan Gratis. Biaya sekolah dari SD sampai SMA gratis samasekali, tidak ada pungutan ini, itu, anu. Gratis. Pemerintah pusat cuma memberikan 11 persen dari APBN untuk pendidikan. Daerah ini tidak hanya 20 persen, tapi 34 persen dari APBD!
3. Sakit? Dokternya gratis, plus obatnya! Biaya kesehatan samasekali gratis, tidak ada biayanya. Jangankan di daerah lain di Indonesia, di Amerika saja yang seperti ini tidak ada!
4. KTP, kartu kelahiran, gratis, plus ada asuransinya kematiannya.
5. Pajak PBB sawah, gratis.
6. Sudah sepenuhnya melaksanakan E-Government, dengan memakai open source software.
7. Layanan pemerintah yang efisien, satu loket, cepat, dan anti korupsi.
LUPAKAN semua “elit” politik yang ada sekarang. Tidak pernah saya mendengar sebuah visi yang begitu jernih, tajam, dan begitu efektif seperti yang dimiliki seorang I Gede Winasa. Ia adalah bupati dari kabupaten Jembrana di Bali.
Tidak seperti daerah lain di Bali yang ramai turis, Jembrana tidak banyak dikenal. Penghasilan daerahnya awalnya begitu minim, dan cuma berasal dari dua hal, “parkir dan pasar”. Tapi Winasa merubahnya secara drastis. Penghasilan daerah meningkat dengan cepat dan pelayanan kepada rakyat mencapai kualitas yang istimewa, excellent, bahkan dalam tingkat dunia sekalipun.
Pendidikan Gratis dan Anggaran Pendidikan 34 Persen !
Berkat kreatifitas manajemen keuangan, anggaran pendidikan diperbesar dan diefisienkan. Sekolah-sekolah yang tidak efisien disatukan, regrouping. Efisiensi yang dihasilkan mencapai sekitar 3 milyar pertahun. Masyarakat juga diajak bergotong royong membangun sekolahnya sendiri dengan asistensi pemerintah.
Pendidikan gratis awalnya banyak ditentang pihak sekolah. Ternyata, banyak guru takut “penghasilan sampingannya” akan hilang! Kedengarannya kok korup betul. Tapi anda tahu kan ada guru yang terpaksa jadi tukang ojek, jualan bakso, bahkan, jadi pengumpul sampah.. Penghasilan guru Indonesia betul-betul super minim, dan guru sering terpaksa mencari uang tambahan di sekolah. Dan solusinya sederhana, Winasa juga meningkatkan penghasilan gurunya. Rata-rata guru di Jembrana penghasilannya diatas Rp 2 juta sebulan. Para guru tentu malah jadi senang dan makin semangat mengajar! Mereka tidak perlu pusing lagi cari tambahan.
Kalau ada yang masih main-main, akan langsung dicopot. Tidak ada kasihan untuk mereka. Akan lebih kasihan bagi rakyat kalau lembaga pendidikan jadi korup.
UPDATE : Kompas, Jumat, 14 Desember 2007, "Pemerintah Tidak Serius Wujudkan Sekolah Gratis".
(Note : Beberapa bupati lain di Indonesia sudah memberikan budget 20% untuk pendidikan seperti Musi Banyuasin dan Kutai Timur, banyak lainnya yang juga sudah mulai mempertimbangkan ini).
E-Government, Masalisasi Internet, dan Video Conference
Jembrana juga bervisi masa depan. E-Government sudah dilakukan, semua informasi proses perijinan bisa diakses lewat internet atau di kantor pemerintah, dengan komputer yang menggunakan layar sentuh, touch screen. Jembrana telah membangun sistem komprehensif bernama J-Net atau Jimbarwana-Net yang menghubungkan secara digital semua institusi dari pusat sampai ke desa-desa, sekolah-sekolah, bahkan puskesmas untuk pengiriman data dan informasi. Sistem ini mencakup internet, telepon VOIP berteknologi 3G, video conference, sms center untuk public service, pelatihan manajemen informatika, bahkan digital surveillance system untuk keamanan.
Semua anak sekolah Jembrana sudah terbiasa mengakses internet, dan Bupati melakukan meeting dengan Camat atau Kepala Desa melalui video conference.
Efficient Governance
“Kami adalah pelayan masyarakat. Masyarakat ingin layanan diberikan dengan cepat, bukan berbelit-belit,”
I Gede Winasa
Jembrana menerapkan sistem birokrasi yang sangat efisien, One "Loket" System, seluruh prosedur perijinan diurus oleh satu loket. Tidak satu gedung, satu loket! Dan semuanya juga telah menggunakan sistem yang terkomputerisasi dan terintegrasi. Dan 54 macam perijinan bisa diselesaikan hanya dalam 3 hari, dan paling lambat 7 hari.
Jumlah pegawai juga diminimalisir. Dengan efisiensi jumlah pegawai dan budgetnya, penghasilan perorang pegawai bisa ditingkatkan. Pegawai lebih sejahtera, lebih bahagia, dan keinginan untuk main-main menjadi kecil. Pertemuan pribadi antara pemohon ijin dan pemberi ijin juga dihilangkan. Semuanya lewat satu pintu, satu loket. Ringkas, bersih. Lama kelamaan, semua pegawai negeri makin terbiasa bekerja efisien, suasana kerja juga jadi positif.
Dengan sistem yang simpel ini proses perijinan jadi lebih mudah dimonitor. Penyimpangan makin sulit terjadi. Bila ada yang berani main-main, langsung dicopot, urusan selesai.
Pembiayaan proyek juga dianalisis sebelumnya oleh pemerintah sendiri. Dari sana perkiraan nilai proyek yang lebih riil bisa diketahui, berdasarkan owner’s estimate. Jadi tidak ada perkiraan nilai proyek hanya dari sisi pengusaha yang seringkali mark-upnya gila-gilaan. Setiap proyek pemda, efektifitasnya benar-benar tinggi.
Keuangan daerah tidak hanya bersih tapi berbagai kreatifitas manajemen keuangan lain terus dilakukan. Kartu pengenal PNS misalnya dibuat bekerjasama dengan sponsor bank pemerintah daerah, sekaligus bisa berfungsi sebagai kartu ATM. Beragam proyek yang bisa menciptakan penghasilan bisa makin banyak diciptakan. Rumah dinas Bupati Jembrana yang tidak produktif misalnya, bisa dikembangkan menjadi hotel yang menghasilkan tambahan ratusan juta rupiah setahun.
Kok Bisa Maju?
“Pemerintah harus bermanfaat buat rakyatnya, kalau tidak bermanfaat, buat apa ada pemerintah? Bubar saja pemerintahnya”
I Gede Winasa
Kenapa sebuah bangsa yang tadinya terbelakang bisa maju? Kenapa dunia Barat bisa maju, kenapa Singapura bisa maju, kenapa China dan India maju? Kenapa sebuah daerah yang begitu terbelakang, bisa jadi sangat maju?
Ini seperti semua cerita sukses bangsa-bangsa sukses lainnya. Para pemimpin besar yang berjuang semata-mata demi memajukan rakyatnya. Mereka bervisi unggul, tahu persis apa yang harus dilakukan. Pemimpin tidak hanya berusaha, tapi berorientasi pada hasil. Pemimpin harus berhasil, harus bermanfaat, kalau tidak dia bukan pemimpin.
Mereka juga memberikan teladan, mau ikut berkorban, rakyat akan bosan pada pejabat yang cuma jago ngomong dan pidato. Pemimpin yang unggul akan mampu menginspirasikan dan menggerakkan seluruh bangsanya. Dia juga berani, a fighter, dan akan melawan apapun -tanpa kompromi- semua yang menghalangi upayanya menyejahterakan rakyatnya.
Uang? Uang tidak pernah menjadi masalah paling utama. Semua bangsa di dunia yang tadinya miskin, atau miskin sumberdaya, seperti Jepang atau Singapura, malah justru menjadi sangat maju. Apa “Rahasianya”? Anda bisa belajar dari mereka. Yang penting bangkitkan produktifitas, lakukan efisiensi, optimalisasi manajemen keuangan, dan tutup semua kebocoran keuangan secepat mungkin. Uang rakyat tidak habis untuk “makan” pejabat, seperti gaji, bonus, sampingan pejabat, biaya jalan-jalan keliling dunia, istana pejabat super mewah, mobil dinas Landcruiser dan Lexus, mark-up proyek dan beragam “kreatifitas” korup pejabat lainnya. Itu yang dilakukan I Gede Winasa.
I Gede Winasa berhasil mendapat rekor MURI karena berhasil terpilih lagi jadi bupati dengan perolehan suara fenomenal, yang nyaris tidak pernah terjadi pada pemimpin Indonesia manapun, bahkan di dunia, 88,5% suara rakyat!!
Jembrana, jelas bisa disamakan dengan cerita sukses Singapura. Daerah kecil, minim sumberdaya alam, tapi dengan pemimpin yang visioner, justru malah berkembang menjadi yang paling maju. Mungkin kalau waktunya sudah tepat, bangsa Indonesia akan punya pemimpin seperti beliau, dan Indonesia akan berubah, dari terbelakang menjadi bangsa baru yang akan bangkit dengan kecepatan tinggi.
(Lihat lanjutan video ini di Youtube – search: Winasa, atau Impactqtv).
(Sekarang sudah puluhan Gubernur dan Bupati dari seluruh Indonesia yang sudah belajar dari I Gede Winasa dan Kabupaten Jembrana).
Permohonan khusus pada semua Calon Presiden Indonesia 2009.
Kalau anda elit politik dan anda benar-benar cinta Indonesia, benar-benar ingin melihat bangsa Indonesia maju, tidak ingin bangsa Indonesia terus hidup seperti ini, tolong pertimbangkan untuk belajar dulu pada I Gede Winasa. Kalau Anda tidak mampu membayangkan 20% anggaran pendidikan, belajarlah dulu dari dari I Gede Winasa. Bantulah agar beliau dikenal luas di Indonesia sehingga rakyat segera sadar bahwa Indonesia bisa jadi bangsa maju dengan cepat seandainya dipimpin oleh pemimpin baru yang unggul. Terimakasih.




