"Nanos gigantum humeris insidentes"
Dwarfs standing on the shoulders of giants.
Ini berhubungan dengan kalimat dari Newton, pemikir terbesar di dunia, “If I have been able to see further, it was only because I stood on the shoulders of Giants”.
Terjemahan : Imajinasi lebih penting dari Pengetahuan. Karena pengetahuan itu terbatas, sedangkan imajinasi merangkul seluruh dunia, mendorong perubahan, dan melahirkan kemajuan manusia. (Sekarang anda sudah tahu kenapa Einstein jadi genius).

Penulis Bestseller/Filsuf.
"I believe that imagination is stronger than knowledge -- myth is more potent than history -- dreams are more powerful than facts -- hope always triumphs over experience -- laughter is the cure for grief -- love is stronger than death".
WOLFGANG AMADEUS MOZART
Salahsatu komponis klasik terbesar sepanjang masa. Albert Einstein menganggap Mozart adalah yang terhebat, lebih hebat dari Beethoven.
"Neither a lofty degree of intelligence nor imagination nor both together go to the making of genius. Love, love, love, that is the soul of genius."
Terus gimana caranya bisa punya imajinasi?
Imperium III : Imajinasi Alpha
Here's to the crazy ones..
The misfits.
The rebels.
The troublemakers..
The round pegs in the square holes.
The ones, who see things, differently..
They're not fond of rules.
And they have no respect for the status quo.
You can praise them, disagree with them, quote them,
disbelieve them, glorify or vilify them.
But the only thing you can't do, is ignore them.
Because they change things.
They invent. They imagine. They heal.
They explore. They create. They inspire.
They push the human race, forward.
Maybe they have to be crazy.
How else can you stare at an empty canvas and see a work of art?
Or sit in silence and hear a song, that's never been written? Or gaze at a red planet and see a laboratory on wheels?
We make tools for these kinds of people.
While some see them as the crazy ones, we see genius.
Because the people who are crazy enough to think they can change the world,
are the ones who do..

ALIA SABUR, dari New York, Amerika. Lahir, 22 Februari 1989. Usia, baru 19 tahun. Dinyatakan sebagai Profesor termuda di dunia. Meraih Ph.D dari kampus bergengsi Drexel University dalam bidang Materials Science dan Engineering. Sekarang sudah diangkat menjadi profesor penuh di Konkuk University, Seoul, Korea Selatan.
(Damn, those Koreans are fast! )
"Her professors say that beyond an extraordinary mind, what makes Alia special is a hunger to learn, a willingness to work hard and an emotional balance well beyond her years. This would seem to be every parent's dream, but for a long time it was not.
How do you find the proper school setting for a child who read 'Charlotte's Web' at age 2? ''I didn't read it by reading,'' Alia said. ''I looked at it, and absorbed it.'"

Polymath, adalah manusia-manusia jenius yang mampu menguasai tidak hanya satu bidang ilmu, tapi beberapa bidang ilmu sekaligus. Salahsatu contohnya yang paling terkenal tentu adalah Leonardo da Vinci. Selain itu masih banyak orang lain yang dikenal sebagai polymath.
Learn more, Wikipedia. Polymath.
Bagaimana kehidupan manusia di masa depan ? Bagaimana bila manusia nantinya bisa membangun sebuah kota ditengah laut ?
Mari kita ikut jalan-jalan bersama Jacques Fresco, seorang futuris modern yang dianggap sejajar dengan Leonardo da Vinci, Einstein, dan Buckminster Fuller.

1905, THE WONDERFUL YEARS..
Ini adalah salahsatu iklan terbaik di dunia dari Apple Corp. Tentang para jenius, pendobrak, para inovator terbesar yang pernah hidup. Dari Albert Einstein sampai Mahatma Gandhi, Bob Dylan sampai Buckminster Fuller.
Mereka adalah ”orang-orang gila” yang dengan gagah berani melawan status quo, dan akhirnya, merubah seluruh dunia..

Banyak tokoh besar yang suka menghabiskan waktunya sendirian dan merenung di tempat–tempat yang tenang.
Leonardo da Vinci sering merenung dan berpikir di pinggir hutan yang tenang di desanya sambil memperhatikan hewan–hewan dan alam sekitarnya.
Isaac Newton kejatuhan apel waktu sedang merenung dan menemukan teori Gravitasi Universal.
Rene Descartes (1596-1650), Bapak Ilmu Filosofi Modern, juga menekankan betapa pentingnya kita sebagai manusia untuk merenung, terutama merenungkan tentang arti hidup, dan Kebenaran. Ia terkenal dengan filosofinya, Cogito Ergo Sum, aku berpikir, maka aku ada. Ia juga menyatakan, "In order to improve the mind, we ought less learn than to contemplate".
Einstein juga suka merenung. Sejak kecil dia memang pemalu dan lebih suka menyendiri. Tempat favoritnya adalah di atas bukit yang ada di dekat tempat tinggalnya di Munich, Jerman.
Napoleon dan Hitler waktu kecil sering diejek "anak kampung" oleh teman–teman sekelasnya, dan juga suka menyendiri dan merenung. (Napoleon lahir di Corsica, daerah jajahan Prancis. Sedangkan Hitler lahir bukan di Jerman, tapi di Branau, Austria).
Positif atau negatif, perenungan mampu menciptakan ketajaman pikiran yang ekstrim. Berikan diri Anda waktu, misalnya satu jam sehari atau 1 hari seminggu untuk sedikit menjauhkan diri dari dunia sehari-hari. Lalu Anda bisa bebas mengembangkan imajinasi serta impian-impian besar Anda. Anda juga bisa mengevaluasi hidup Anda. Apa yang sedang Anda lakukan dan akan kemana tujuan hidup Anda. Siapa tahu Anda akan mendapat inspirasi-inspirasi besar.
Nabi Muhammad Saw. melakukan khalwat (pengasingan) dan tahannuts (menyendiri) mencari pencerahan di gua Hira di atas bukit. Perrhatikan salahsatu hadits beliau ini.
"Saat seorang alim bersandar di tempat tidur untuk memperdalam ilmunya adalah lebih baik daripada ibadah seorang hamba, selama enam puluh tahun."
Akan tetapi, karya terbesarnya tentu saja adalah Monalisa. Lukisan wanita cantik ini merupakan puncak dari segala ilmunya tentang pewarnaan, cahaya, perspektif, dan—tidak lupa—anatomi tubuh manusia. “Simplicity, is the ultimate sophistication.”
Leonardo da Vinci
“Gather round while I sing you of Wernher von Braun. A man whose allegiance is ruled by expedience. Call him a Nazi, he won't even frown. "Ha, Nazi schmazi," says Wernher von Braun.
Don't say that he's hypocritical. Say rather that he's apolitical. "Once the rockets are up, who cares where they come down. That's not my department," says Wernher von Braun.
Some have harsh words for this man of renown. But some think our attitude should be one of gratitude. Like the widows and cripples in old London town. Who owe their large pensions to Wernher von Braun.
You too may be a big hero. Once you've learned to count backwards to zero. "In German oder English I know how to count down. Und I'm learning Chinese," says Wernher von Braun."
Dinyanyikan oleh Tom Lehrer, tahun 1965.
Siapakah Wernher Von Braun, "Bapak Program Ruang Angkasa Amerika"?

Semua tokoh–tokoh terbesar dunia adalah para penyerap ilmu pengetahuan besar. Mereka mendapatkan pengetahuan besarnya, terutama dari membaca. Mereka adalah kutu buku kelas berat.
Harun al-Rasyid (dari Masa Keemasan Peradaban Islam, Zaman 1001 Malam) adalah penggemar karya-karya Plato dan Aristoteles.
Napoleon adalah pembaca kelas berat. Dia membaca tentang Alexander the Great, Julius Caesar (juga "Perang Galia"), Plutarch, Homer, Plato, Rousseau, berbagai buku tentang kemiliteran, sejarah, pemerintahan, geografi, bahkan membaca Al-Qur’an semasa ekspedisinya ke Mesir.
Isaac Newton sejak muda membaca karya para tokoh–tokoh besar masa lalu, "The Giants", Euclid, Kopernicus, Galileo, Descartes dan banyak lainnya.
Hitler adalah pembaca buku–buku militer, buku sejarah kebesaran Jerman, Bismarck, filosofi Nietzsche, dan banyak lainnya. Saat menganggur dipakainya untuk menghabisi buku–buku di perpustakaan di Wina, Austria.
Einstein suka bolos sekolah untuk bisa membaca lebih banyak.
John F. Kennedy tidak hanya pembaca buku. Ia menulis buku "Profiles in Courage" yang meraih penghargaan tertinggi Pulitzer tahun 1957.
Bill Gates (pendiri Microsoft, orang terkaya di dunia) menghabisi seluruh buku komputer di perpustakaan sekolahnya hanya dalam waktu beberapa minggu.
Alexander The Great kemanapun pergi selalu membawa buku cerita kepahlawanan pahlawan besar Achilles berjudul "Iliad " karangan Homer.
Mukjizat terakhir yang diberikan Allah kepada Nabi Muhammad Saw. adalah sebuah buku.
Bagaimana Dengan Tokoh-tokoh Besar Indonesia?
Sukarno sejak remaja (di hbs/SMU) sudah senang membaca buku-buku filsafat Voltaire dan Rousseau, tokoh-tokoh Marx, Karl Kautsky, dan Lenin, juga para bapak bangsa Amerika, Washington, Jefferson, dan Lincoln. Ada juga Ernest Renan dan H.G Wells. Sukarno juga belajar berpidato selain dari Tjokroaminoto juga dari membaca buku seperti dari Adler dan Jean Léon Jaurès (1859-1914), pemimpin sosialis Prancis. (Siapakah tokoh-tokoh yang begitu dikagumi Sukarno ini? lihat Wikipedia.org)
("selama masa hbs ia (Sukarno) bagaikan busa yang mengisap semua informasi intelektual yang bisa ia peroleh. 'Buku menjadi teman saya,' ceritanya." Kutipan dari Soekarno, Biografi 1901-1950, Lambert Giebels).
Mohammad Hatta memiliki perpustakaan besar, sangat besar. Jumlah bukunya? 30.000 buah. Ia sudah sangat gemar membaca sejak kecil. Semua Bapak bangsa Indonesia sejak sekolah menengah (Hbs) menguasai 4 bahasa sekaligus, Belanda, Prancis, Inggris, Jerman. Ini berarti mereka juga mempunyai kemampuan menyerap pengetahuan, dari 4 bahasa dunia sekaligus. Keunggulan mereka, daya belajar mereka, pengetahuan mereka yang unggul.. (cukup jelas kan kenapa mereka dulu bisa mengalahkan Belanda?)
Jika para tokoh bangsa Indonesia itu menyerap semua pengetahuan dunia seperti itu, bagaimana mungkin mereka tidak menjadi sejajar dengan para tokoh besar dunia?
Jika nanti Ratusan Juta Manusia Indonesia menyerap pengetahuan dari semua manusia-manusia terbesar dunia, bukankah ratusan juta manusia itu juga akan menjadi manusia-manusia yang unggul di dunia?
(Ratusan juta manusia yang akan menyerap semuanya, dari Nabi Muhammad, Napoleon, sampai Kennedy. Dari Leonardo da Vinci, Newton, sampai Einstein. Dari Adam Smith, Rockefeller, sampai Bill Gates. Buku. Membaca). Dan pastikan anak anda senang membaca, dia mungkin juga akan jadi orang besar.
Great Input = Great Mind.
(sinetron input = sinetron mind. Ratusan juta orang nonton sinetron = sinetron nation = dark ages..).
Read. Learn.