Sekarang, 2009, Korea Selatan adalah salahsatu bangsa termaju dan terkaya di seluruh dunia. Sejajar dengan Amerika, Jepang, dan China.
Kenapa Korea bisa dan Indonesia pun akan bisa?
Kenapa Korea bisa dan Indonesia pun akan bisa?
Michael Jackson meninggal, kamis sore waktu Amerika

Belajar Bahasa Korea
Perpustakaan terbesar di dunia, UI
Mungkin nanti jutaan warga Depok dan sekitarnya (Jabotabek) akan lebih senang menghabiskan waktunya di sekitar perpustakaan ini daripada ke mal. Sambil berharap-harap anak-anaknya akan ikut tertular menjadi cerdas dan senang menimba ilmu."The man who enters a library is in the best society this world
affords; the Good and the Great welcome him, surround him, and humbly ask to be allowed to become his servants."
Andrew Carnegie, 1895
Perpustakaan ini akan segera dibuka untuk umum
pada Agustus 2010, sebentar lagi..
5 Video paling lucu di Youtube
Selamat Malam Minggu,
dan tidak ada salahnya kita menikmati sesuatu yang seru. Ini adalah kumpulan video paling lucu dan seru di Youtube. Kalau anda lihat video-video ini, dijamin pasti tertawa dan hari anda akan jadi lebih cerah dan menyenangkan.
1. Evolution of Dance ( 122.000.000 penonton ).
Seorang komedian menari dengan gaya-gaya paling aksi dari sepanjang evolusi musik Amerika. Ada gaya Michael Jackson, ”Walk Like an Egyptian” dari The Bangles, Mc Hammer, Vanilla Ice “Ice-ice Baby”, dan puluhan lagu seru lainnya. Kalau anda generasi 80-an anda akan menyukai sekali video ini. Dianggap video ter-lucu di Youtube.
2. Hahaha!
Anak balita kecil duduk di bangku tertawa habis-habisan, lucu banget. Salahsatu video paling populer di Youtube, dengan lebih dari 85.000.000 penonton. (Lihat disini).
3. Charlie Bit Me!
Dua adik kakak kecil main-main berdua. Si adik menggigit jari si kakak dan ekspresi wajah si adik benar-benar kocak. 100.000.000 penonton. (Lihat disini).
4. Axis of Evil Comedy Tours
Apa yang dilakukan orang-orang Islam di Amerika untuk memulihkan imagenya pasca 9/11? Komedi! Dan ternyata berhasil. Komedi yang super lucu ini dapat banyak pujian bahkan para komediannya juga diwawancarai CNN dan majalah Time. Mereka juga ditampilkan dalam bonus DVD "Fahrenheit 9/11" dari Michael Moore yang banyak memenangkan.penghargaan. Lucu, rame, seru, dan berpengaruh.
5. Harry Potter dan suara tik-tik misterius.
Pertunjukkan boneka Harry Potter. Profesor Snape bingung mendengar suara tik-tik yang misterius. Harry Potter, Ron, dan Hermione juga mendengarnya. Tapi suara apa itu sebenarnya? Apa hubungannya dengan... Voldemort? 63.000.000 penonton. (Lihat disini).
Patung-patung bergerak al-Jazari
Banyak yang menyangka
Robot pertama diciptakan oleh sang genius Leonardo da Vinci di tahun 1495. Tapi lihat ini di Wikipedia. Di tahun 1206, seorang ilmuwan bernama Al-Jazari sudah menciptakan sebuah ”mesin” yang bisa bergerak-gerak menggunakan tenaga air berbentuk manusia.
Ini, adalah salahsatu Robot pertama dalam sejarah manusia. Khususnya adalah robot pertama yang diprogram secara mekanis, the first programmable humanoid robots. Robot-robot ini berbentuk musisi yang secara otomatis bisa memainkan alat musik bila dihidupkan. Lihat di Wikipedia : Robot, History of Robots. Para ilmuwan Islam sudah membuatnya jauh sebelum Leonardo Da Vinci.
RUMUS GRAVITASI UNIVERSAL
Penemuan "Hukum Gravitasi Universal" oleh Newton (Principia, 1687) dianggap sebagai salahsatu puncak tertinggi dari seluruh eskalasi kecerdasan spesies manusia. Tapi lihat juga ini di Wikipedia. Seorang ilmuwan bernama Muhammad Ibn Musa di abad 9 sudah menciptakan hipotesis akan adanya suatu Daya Tarik raksasa dalam pergerakan benda-benda luar angkasa. Ilmuwan Islam bahkan sudah mendahului Newton.
"In the 9th century, the eldest Banū Mūsā brother, Muhammad ibn Musa, in his Astral Motion and The Force of Attraction, hypothesized that there was a force of attraction between heavenly bodies, foreshadowing Newton's law of universal gravitation".
Wikipedia : History of Gravitation
Robert Briffault (1938), “The Making of Humanity”.



Jalan-jalan bareng Warkop DKI ke pulau Bali. Lucu banget nih, jamannya radio masih berkuasa. Dan tahu ngga, kalau pulau Bali dikelilingi pantai, bukan dikelilingi pohon salak? Selamat menikmati.

Amerika, yang sekarang
ekonominya nyaris ambruk, ternyata pernah mengalami masa kemakmuran ekonomi yang begitu spektakuler. Inilah salahsatu puncak kemakmuran ekonomi Amerika sepanjang sejarahnya, dan terjadi dalam waktu yang cukup panjang, dari 1992-2000. Inilah masa pemerintahan Presiden Bill Clinton.
Apa yang terjadi?
Mempelajari ekonomi Amerika masa Clinton adalah mempelajari bagaimana sebuah bangsa Superpower nomor 1 di dunia mengelola ekonominya, di masa puncak kejayaannya.
Di masa Clinton, surplus anggaran Amerika mencapai rekor tertinggi US$ 237 Milyar, lapangan kerja baru yang berhasil diciptakan mencapai 22,5 juta, juga rekor tertinggi dalam sejarah Amerika. Ekonomi tumbuh rata-rata 4% per tahun, secara signifikan lebih tinggi dari masa pemerintahan Reagan dan George (H.W) Bush sebelumnya yang hanya 2,8%. Pengangguran mencapai rekor terendah (4%) dan orang miskin berkurang dari 15,1% menjadi 11,8%, juga rekor terbaik sepanjang 30 tahun. Ratusan juta orang Amerika hidup dalam kemakmuran.
Inilah strategi besar pemerintahan Bill Clinton :
1. Menciptakan dan memperkuat disiplin fiskal.
Clinton menghapus defisit anggaran dan menciptakan surplus, menjaga tingkat bunga rendah, dan mendorong investasi swasta.
2. Berinvestasi pada kualitas manusia.
Clinton mendorong penciptaan sistem pendidikan berkualitas tinggi, pelatihan industrial dan manajemen, pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dan mendorong lebih banyak upaya-upaya riset.
3. Membuka pasar luar negeri dan mendorong globalisasi.
Ini juga menjadi highlight dari masa Clinton. Dia berupaya untuk mendorong pasar bebas dan menurunkan tarif perdagangan antar negara. Selama masa pemerintahannya Clinton berhasil mendapatkan 300 Perjanjian Perdagangan dengan negara-negara lain, termasuk perjanjian dagang yang bersejarah dengan China.

BUDAYA UNGGUL dan INVESTASI SDM
Oleh Suryopratomo
Saat menerima penghargaan dari Universitas Mercu Buana hari Sabtu pekan lalu, wartawan senior Rosihan Anwar menekankan pentingnya pendidikan. Investasi pada bidang sumber daya manusia memang tidak segera bisa dinikmati hasilnya. Namun pada jangka panjang, niscaya manfaatnya akan segera terasakan.
Rosihan menunjuk India sebagai contoh. ”Lima puluh tahun lalu ketika India memutuskan untuk fokus pada human investment, banyak negara yang mencemooh. Untuk apa melahirkan banyak doktor, sarjana di bidang keuangan dan bidang sains, kalau negaranya tetap miskin,” kata Rosihan.
Cemoohan itu, menurut Rosihan, wajar muncul karena kaum intelektual India itu tidak mendapatkan tempat di negerinya. Bangsa India justru berdiaspora, bertebaran di banyak negara, bekerja di negeri orang.
”Ketika jumlahya masih terbatas dan lapangan kerja di dalam negerinya masih terbatas, orang India yang pintar-pintar terpaksa pergi ke Amerika, ke Inggris, ke Australia untuk bekerja. Tetapi ketika critical mass-nya tercipta, India bisa membangun negaranya sendiri,” kata wartawan senior itu.
Rosihan tidak ragu dengan pandangan banyak orang bahwa India dalam waktu tidak terlalu lama akan menjadi kekuatan ekonomi besar dunia. Mengapa? Karena India mempunyai sumber daya manusia yang memadai untuk mendorong negaranya menjadi negara maju.
”Orang mengatakan India seperti halnya China akan menjadi kekuatan ekonomi utama dunia, saya tidak ragu karena bangsa India melakukan kebijakan yang tepat, yakni melakukan human investment,” kata Rosihan.
Kata kunci yang harus dihadapi seluruh bangsa dunia di depan adalah persaingan. Globalisasi yang sedang kita hadapi membuat persaingan itu bahkan akan semakin ketat.
Untuk bisa memenangi persaingan tidak ada pilihan lain kecuali setiap negara memiliki SDM yang berkualitas. Semakin banyak SDM berkualitas yang dimiliki sebuah negara akan semakin besar peluang yang dimiliki negara tersebut untuk bisa memenangi persaingan atau kompetisi dan memetik manfaat maksimal dari yang namanya globalisasi.
Tentu untuk membuat keunggulan itu bermanfaat serta menghasilkan sesuatu bagi bangsa dan negara dibutuhkan lingkungan yang mendukung. Harus disediakan ruangan yang bisa memungkinkan semua potensi itu berkembang dengan optimal.
Di sinilah diperlukan yang namanya levelled playing field, ruang bermain yang berlaku sama bagi setiap warga negara. Mereka yang meraih kemajuan adalah mereka yang memang lebih kreatif, mereka yang lebih produktif, mereka yang bisa menghasilkan karya yang lebih baik. Bukan mereka yang kebetulan mendapatkan kemudahan, memiliki kekuasaan, mendapatkan privilege.
Dengan lingkungan yang lebih kondusif, maka setiap orang dipacu untuk memiliki etos kerja yang tinggi. Tidak mudah mengeluh dan menyerah kepada keadaan. Selalu berupaya untuk lebih unggul dan memenangi persaingan.
Sikap untuk tidak mudah kalah harus diciptakan dari lingkungan yang sehat. Semua orang dipacu untuk bisa menjadi yang terbaik. Tidak bisa sikap ”kalau bangsa lain bisa, kita juga harus bisa” terjadi dengan sendiri. Itu harus dengan sengaja dibentuk dan ditanamkan kepada diri setiap warga negara.
LINGKUNGAN
Pertanyaannya, apakah bangsa Indonesia tidak memiliki SDM yang unggul?
Bangsa ini dilahirkan sebagai bangsa yang cerdas dan unggul. Dalam setiap bidang, selalu lahir orang-orang yang berkualitas, entah itu dari olahraga maupun bidang-bidang yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan.
Ukurannya sederhana saja. Orang Indonesia selalu menonjol ketika dia berkiprah di negeri orang. Sebut, misalnya, pemain sepak bola Kurniawan Dwi Julianto ketika berkiprah di Liga Swiss atau Bambang Pamungkas yang sekarang ini menjadi bintang di Liga Malaysia. Atau di cabang bulu tangkis, Tony Gunawan yang mampu membawa Amerika Serikat tiba-tiba masuk ke dalam kelompok negara juara dengan mempersembahkan gelar juara dunia ganda putra bagi negeri tersebut.
Singapura sejak lama melihat Indonesia sebagai negara dengan potensi SDM berkualitas. Sejak beberapa tahun terakhir, mereka masuk ke sekolah-sekolah terbaik yang ada di Indonesia untuk menawarkan beasiswa kepada murid yang berpotensi.
Sejak tingkat SMA, anak-anak Indonesia diundang untuk mengecap pendidikan di Negeri Singa itu. Ketika prestasinya semakin menonjol, mereka ditawari beasiswa untuk melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi dengan ikatan dinas. Anak-anak Indonesia itu diminta untuk tiga tahun bekerja di Singapura setelah selesai menjalani pendidikan tingkat tingginya.
Prestasi anak-anak Indonesia diakui di banyak negara lain. Pertanyaannya tentu, mengapa mereka tidak bisa memberi sumbangsih yang nyata bagi kemajuan Tanah Airnya?
Jawabannya terletak pada faktor lingkungan. Potensi yang luar biasa dari putra bangsa tidak mendapatkan tempat untuk bisa berkembang di negerinya.
Sikap untuk mencari jalan pintas begitu umum terjadi di negeri ini. Bahkan orang bangga apabila bisa kaya, meski tidak bekerja.
Padahal, Bapak Bangsa India Mahatma Gandhi mengatakan, salah satu dari tujuh dosa sosial adalah kaya tanpa bekerja. Orang harus merasa malu apabila kaya raya tetapi tidak dari bekerja. Artinya, orang harus bekerja keras, harus berkeringat apabila ingin memetik hasilnya.
Untuk itu Gandhi mengajarkan rakyatnya untuk pintar dan berilmupengetahuan. Namun, ilmu pengetahuan pun bukan sekadar ilmu biasa, tetapi ilmu pengetahuan yang dilengkapi dengan karakter.
Sebab, memang sangat berbahaya orang memiliki ilmu, namun tidak ditujukan untuk kepentingan yang baik. Apalagi tidak dilengkapi dengan etika yang ia pegang teguh. Mereka akan menjadi monster yang merugikan dan membahayakan orang lain.
Kita sangat merasakan sekarang ini ketika orang terbawa arus konsumerisme, tanpa memahami untuk apa semua itu. Kekayaan dan menjadi kaya seolah-olah menjadi tujuan yang harus dicapai, tanpa peduli bagaimana semua itu didapatkan.
Maraknya praktik korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN) di negeri ini terjadi ketika semua orang menjadikan kaya itu sebagai tujuan. Di tengah ketidakpahaman untuk apa orang menjadi kaya itu dan bagaimana meraih kekayaan itu, maka orang mau melakukan apa saja untuk meraih tujuan tersebut.
PERBAIKAN
Apabila kita ingin memperbaiki bangsa dan negara ini dengan membangun budaya unggul (culture of excellences), maka tidak bisa lain kecuali kita memperbaiki lingkungan terlebih dahulu. Harus diciptakan suasana yang menyehatkan, yang memungkinkan semua orang untuk mempertunjukkan keunggulan.
Caranya adalah dengan bersama-sama memberikan penghargaan kepada setiap keunggulan yang ada dan tercipta. Tidak perlu bentuknya dalam materi, tetapi pengakuan atas kehebatan seseorang sudah menjadi pemacu yang luar biasa bagi setiap orang untuk menghasilkan karya yang lebih baik lagi.
Sebaliknya, kita harus berani memberikan hukuman kepada mereka yang melanggar aturan main. Jangan dibiarkan orangorang yang jelas tidak unggul, tetapi mendapatkan kehormatan, kedudukan, apalagi kekayaan yang tidak sepantasnya didapat.
Artis-artis musik, misalnya, merupakan contoh orang-orang yang unggul. Dengan karyanya, mereka mampu mengangkat nama Indonesia untuk menembus pentas dunia. Namun, musisi seperti Dwiki Dharmawan dan Anang pernah mengeluh, betapa karyanya sangat tidak dihargai. Begitu karya mereka hasilkan, begitu pembajakan terjadi.
Upaya untuk mengadukan nasibnya kepada polisi sama sekali tidak membawa hasil. Para pembajak begitu leluasa menikmati hasil pembajakannya dan sering kali mereka membagi keuntungan yang tidak sah itu bersama oknum aparat.
Trio Bimbo (Sam, Acil, dan Jaka) pernah sampai patah semangat untuk berkarya. Sebab, karya yang jelas-jelas milik mereka, tidak dianggap sebagai karya yang harus diakui. Tidak ada satu pun pihak yang mau peduli dan kemudian memperjuangkan hak mereka.
Negeri ini mempunyai potensi besar untuk bisa maju. Negeri ini bukan hanya diberkahi dengan sumber daya alam yang melimpah, tetapi juga dengan SDM yang berkualitas.
Yang dibutuhkan adalah cara penanganan yang benar. Dengan pemberian kesempatan lebih banyak lagi kepada setiap orang untuk bisa mengecap pendidikan agar tercapai critical mass yang mencukupi untuk bisa membawa negeri ini maju, maka niscaya negeri ini akan bergerak maju.
Apalagi jika ditambah dengan penciptaan jiwa kewirausahaan (entrepreneurship), maka orang tidak hanya didorong untuk memproduksi, tetapi bisa juga memasarkan hasil produksinya.
Investasi untuk tercapainya itu semua bukan hanya mahal, tetapi membutuhkan waktu yang panjang. Namun itu harus dilakukan, karena pilihan lain adalah bangsa ini akan menjadi bangsa yang terkebelakang.
Prof Daoed Joesoef pernah mengingatkan, tantangan yang dihadapi setiap bangsa ke depan adalah apa yang disebut dengan global trap. Perangkap global menunjukkan, jumlah orang yang berkualitas makin lama justru semakin lebih sedikit dibandingkan orang yang tak berkualitas.
Untuk mencegah jangan sampai itu terjadi, maka tidak bisa lain kecuali secara sengaja memberikan prioritas kepada investasi SDM.
Banyak negara mampu mengangkat bangsanya karena fokus untuk menangani pendidikan bangsanya. Kalau negara lain bisa, mengapa kita, bangsa Indonesia tidak mampu melakukan?
Belum lama Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menantang anak-anak bangsa untuk mempunyai sikap ”kalau orang lain bisa, mengapa kita tidak?” Sangat relevan kalau kita juga balik menantang pemerintah, ”kalau negara lain bisa memajukan bangsanya, mengapa pemerintah kita tidak bisa?”
Seharusnya tidak ada yang tidak bisa di dunia ini.
Oleh SURYOPRATOMO (KOMPAS 10 desember 2005)
Deliriant isti Romani!
They are mad, those Romans!#@$!!
Orang-orang Romawi memang gila! (Dari komik Asterix dan Obelix).
Carpe diem
Seize the day.
Mungkin artinya yang paling mendekati adalah “Raih hari ini!”, terjemahan lebih bebasnya mungkin, “Raih impianmu hari ini juga”. Kalimat latin yang sangat populer.
Et Ipsa Scientia Potestas Est
Knowledge is Power
Pengetahuan adalah Kekuatan. Francis Bacon (1561-1626). Potestas = Potent = Kekuatan. Scientia = Science.
Citius, Altius, Fortius
Faster, Higher, Stronger.
Motto olimpiade, Lebih cepat, lebih tinggi, lebih kuat.
Orbis non sufficit
The world is not enough.
Motto agen rahasia James Bond 007.
Veni-Vidi-Vici
I came, I saw, I Conquered.
Aku datang, aku lihat, aku menang. Kata-kata Gaius Julius Caesar. Conquered sebenarnya artinya yang lebih tepat adalah ”mengalahkan”, tapi terjemahan ”menang” lebih umum dipakai.
Cogito ergo sum
I think, therefore I am
Saya berpikir, maka saya ada. Argumen Renee Descartes untuk menunjukkan bahwa manusia memang riil keberadaannya (long story. Descartes yang suka mempertanyakan segala sesuatu bahkan mempertanyakan eksistensinya sendiri).
Vincit qui patitur
He who perseveres, conquers.
Audaces fortuna iuvat
Fortune favors the brave.
Keberuntungan berpihak pada para pemberani, Virgil, ”The Aeneid”.
Audaces = Audacity = berani/keberanian. “The Audacity of Hope”, buku karya Barack Obama berarti “Keberanian dari sebuah Harapan”. Bahwa berharap itu sendiri menunjukkan keberanian dan keteguhan. Keberanian untuk melihat masa depan yang lebih baik. Audaces.
Si vis pacem, para bellum
If you want peace, prepare for war.
Jika kamu menginginkan perdamaian, bersiap-siaplah untuk peperangan. Quote favoritnya para jenderal-jenderal. Sering terdapat pada tulisan-tulisan tentang militer dan pertahanan.
Pax melior est quam iustissimum bellum
Peace, is better than the most just war.
Ubicumque Felix.
Always happy.
Berbahagialah selalu. Moto Napoleon saat menghadapi masa-masa yang berat dan sulit.
Acquiris quodcumque rapis.
You reap what you sow.
”Siapa menabur angin, akan menuai badai” (something like that). Anda akan mendapatkan apa yang anda berikan, kebaikan berbuah kebaikan, keburukan berbuah keburukan.
Semper inops quicumque cupit
Whoever desires is always poor.
Mereka yang tidak mengendalikan keinginannya, akan selalu miskin.
Facilis descensus Averno
The descent to hell is easy.
Jalan turun ke neraka itu mudah.
(Facilis = fasilitas = mudah/kemudahan. Descencus = descent = turun. Averno = inferno = api neraka).
Bis dat, qui cito dat
He gives twice who gives promptly.
Mereka yang memberi lebih cepat, sama dengan memberi dua kali.
Cuiusvis hominis est errare
Every human make a mistake.
Semua manusia melakukan kesalahan. Cicero.
Kalau anda melihat orang lain melakukan kesalahan, bahkan yang paling berat atau bodoh sekalipun, ingatlah bahwa manusia tidak ada yang diciptakan sempurna, bahwa manusia tanpa bermaksud jahat pun bisa berbuat salah. Dan itu termasuk anda sendiri (dan saya sendiri).
Radix malorum est cupiditas
Greed is the root of all evil.
Serakah itu akar semua kejahatan.
Aquila non capit muscas
The eagle does not hunt flies. Elang = Aquila.
Per aspera ad astra
Through hardships to the stars
Moto NASA. Melewati kesulitan menuju bintang-bintang.
Nemo vir est qui mundum non reddat meliorem
What man is a man, who does not make the world better
(Dari film “Kingdom of Heaven”)