Monday, August 6, 2007

Sukarno, dan Urat Saraf Pendorong Rakyat ke Depan






"… maka rakyat kami (oleh kaum imperialis) dibikin rakyat yang ‘hidup kecil’ dan ‘nrima’, rendah pengetahuannya, lembek kemauannya, sedikit nafsu-nafsunya, padam kegagahannya, rakyat ‘kambing’ yang bodoh dan mati energinya.

Kami, kaum PNI, kami mencoba memberantas penyakit ini dengan mengadakan lebih banyak pendidikan rakyat, menyokong sekolah-sekolah rakyat, mengurangi buta huruf di kalangan rakyat. Kami mencoba membangkit-bangkitkan dan membesar-besarkan kemauan rakyat akan nasib yang lebih memper-nasib manusia, menyalakan lebih banyak nafsu-nafsu di dalam kalbu rakyat. Kami berusaha menghidup-hidupkan lagi kegagahan rakyat, tenaga kemauan rakyat, energi rakyat sebagai sediakala, -rakyat yang kini ‘sudah mati kutunya itu’

Energi rakyat inilah salah satu urat saraf pembentukan kekuasaan kami, -salah satu urat saraf penolak daya imperialisme, tetapi terutama sekali ialah urat saraf pendorong rakyat ke depan."

Sukarno,"Indonesia Menggugat", 1930,
"Kontra Kemunduran, yakni Kontra Dekadensi Akal Budi."



Apakah Indonesia bangsa "kelas kambing"? Apakah Indonesia bangsa kuli? een natie van koelies, en een koeli onder de naties? Di suatu masa, Indonesia adalah bangsa yang dihormati seluruh dunia, ditakuti bahkan oleh bangsa-bangsa Superpowers. Kita adalah bangsa yang berdiri tegak sejajar dengan bangsa-bangsa terbesar di dunia. Mungkin yang kita perlu lakukan adalah kembali mempelajari sumber-sumber kekuatan Indonesia dulu. Mungkin kita akan menemukan kembali rahasianya. Mungkin.

4 comments:

ranselbutut said...

bang eko...
posting tentang sukarno lebih dalam lagi donk. kaya pidatony atau spirit quote nya, biar rakyat indonesia tawu klo kita pernah punya salah satu greatest leader on earth. :D

eko said...

halo ranselbutut yang manis.. ada kok pidatonya sukarno. lihat aja di folder "Indonesia Unggul". keren banget, selamat menikmati. Salam, Eko.

narso wijaya said...

indonesia sekarang di penuhi dengan pejabat berperut buncit...yg tega berpesta pora diatas penderitaan rakyatnya...jgnkan peduli..rasa empatinyapun sdah mati...dana bantuan bencana saja mereka tega ambil hanya untuk foya2...padahal bantuan itu sangat berarti buat rakyat jelata...tragis...

narso wijaya said...

sekarang indonesia di penuhi pejabat berperut buncit...yg tega makan dan berfoya2 diatas penderitaan rakyatnya...mungkin ini terdengar ekstrim...tapi itu fakta yg terjadi dci lapangan...bahkan mereka tega menyunat dana buat korban musibah...tragis...